Pertamina Beri Bantuan Handtractor kepada Kelompok Tani di Banggai

Menurut Roby, mengolah tanah dalam bertani secara manual akan terasa lebih berat bagi petani

Pertamina Beri Bantuan Handtractor kepada Kelompok Tani di Banggai
Handover
PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII memberi bantuan sarana pertanian 4 Hand Tractor dan kelengkapan lainnya senilai Rp 166 juta. Bantuan ini diserahkan kepada 4 kelompok tani dari Kelurahan Batu Sopan, Kelurahan Batu Tapi, Kelurahan Padaidi, dan Kelurahan Keramat di Desa Tangeban, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang besar dan beragam.

Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, kehutanan sampai pertambangan, semua dimiliki Kabupaten Banggai.

Sektor pertanian dan perkebunan cukup mendominasi dengan lahan seluas 600 ribu hekatre (ha) yang telah dimanfaatkan, sementara yang belum digarap seluas 521 ribu ha.

Melihat potensi tersebut, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII memberi bantuan sarana pertanian 4 Hand Tractor dan kelengkapan lainnya senilai Rp 166 juta.

Bantuan ini diserahkan kepada 4 kelompok tani dari Kelurahan Batu Sopan, Kelurahan Batu Tapi, Kelurahan Padaidi, dan Kelurahan Keramat di Desa Tangeban, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai.

Bantuan diserahkan langsung Unit Manager Communication & CSR, M Roby Hervindo bersama Operation Head Terminal BBM Luwuk, Sjamsir, kepada masing-masing ketua kelompok tani, Senin (19/2).

Menurut Roby, mengolah tanah dalam bertani secara manual akan terasa lebih berat bagi petani. Untuk itu, diperlukan alat bantu seperti traktor tangan atau hand tractor untuk mempermudah pekerjaan petani dalam mengolah sawahnya.

"Hand tractor ini dapat meringankan biaya sewa tractor yang selama ini dikeluhkan terlalu tinggi oleh para petani dalam setiap siklus tanam. Bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lingkungan pertamina di sektor pemberdayaan masyarakat, yang diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani,” ujar Roby

Nantinya penggunaan hand tractor paling banyak ialah untuk pengolahan tanah, karena memang pekerjaan pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif membutuhkan daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya.

Selain itu traktor juga dapat digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian.

Selama 2017, Pertamina MOR VII telah menyalurkan bantuan Program Bina Lingkungan (BL) di bidang Pertanian sebesar Rp 1,6 Milyar dari total penyaluran BL di wilayah Sulawesi sebesar Rp 22,5 miliar.

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help