TribunTimur/

Menikmati Hamparan Rumput Hijau di Bukit Doa Kelong Manado

Daya tarik tempat wisata ini adalah keindahan alam yang berpadu dengan sejuknya udara pegunungan.

Menikmati Hamparan Rumput Hijau di Bukit Doa Kelong Manado
HASRUL/TRIBUN TIMUR
Rombongan Astra Internasional (AI) Daihatsu Sales Operation (DSO) Indonesia Bagian Timur (ITB) wisata di Bukit Doa Kelong, Manado, Sabtu-Minggu(17-18/2). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Berkunjung ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kurang lengkap rasanya jika tidak menikmati keindahan alam dengan hamparan rumput hijau dan udara yang segar di Bukit Doa Kelong.

Destinasi wisata religi tersebut berada di ketinggian 900 hingga 1.200 di atas permukaan laut (dpl) terletak di Kelurahan Kakaskasen Tiga Kecamatan Tomohon Utara, Sulut.

Tidak heran jika Astra Internasional (AI) Daihatsu Sales Operation (DSO) Indonesia Bagian Timur (ITB) memilih tempat wisata tersebut sebagai tujuan akhir Tes Drive All New Terios, Sabtu-Minggu(17-18/2).

Daya tarik tempat wisata ini adalah keindahan alam yang berpadu dengan sejuknya udara pegunungan.

Rombongan Astra Internasional (AI) Daihatsu Sales Operation (DSO) Indonesia Bagian Timur (ITB) wisata di Bukit Doa Kelong, Manado, Sabtu-Minggu(17-18/2).
Rombongan Astra Internasional (AI) Daihatsu Sales Operation (DSO) Indonesia Bagian Timur (ITB) wisata di Bukit Doa Kelong, Manado, Sabtu-Minggu(17-18/2). (HASRUL/TRIBUN TIMUR)

Sejauh mata memandang hamparan hijau pohon dan rerumputan memenuhi tempat ini. Bersih dan tertata dengan rapi.

Supervisor PT AI Tbk Daihatsu Cabang Urip Makassar, Geraldo Lumowa mengatakan tempat ini juga dijadikan lokasi outbond, gathering, tempat pemberkatan nikah, serta pesta pernikahan bernuansa taman.

"Ada dua pintu masuk di lokasi ini. Pintu masuk pertama hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Karena ada jalan Salib, prosesi mengenang peristiwa sengsara Yesus Kristus," ungkap Geraldo yang juga asli Manado.

Melalui rute ini, wisatawan akan menemukan patung-patung perhentian. Rute yang berkontur tanah dan berbukit ini telah diaspal beton. Sehingga tidak sulit bagi wisawatan untuk menelusuri tangga-tangga, hingga ke puncak Via Dolorosa.

Jalan Salib ini dikenal dengan jalan Salib Mahawu. Ada 14 lokasi perhentian yang akan ditemui. Dari patung yang terbuang dari besi, bercerita kisah sengsara Yesus Kristus. Melewati jalan ini, wisatawan seolah-olah dibawa kembali ke zaman itu.

Rasa lelah mengarungi bukit dari bawah sekitar kurang lebih satu jam, akan hilang jika telah sampai di puncak Bukit Doa. Pemandangan di puncak tersebut sungguh memukau.

Di puncak dari Via Dolorosa yakni Chapel of Mother Mary atau Kapel Maria. Kapel tersebut begitu unik. Bentuknya yang tidak seperti gereja-gereja biasa, membuat gereja tersebut menjadi spot favorit untuk berfoto.

Di kapel tersebut juga, banyak pasangan yang mengikatkan janji suci mereka, yang ingin melangsungkan pemberkatan di gereja tersebut, bisa langsung menghubungi pengelola. Semuanya lengkap, semua disediakan.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help