NH Aziz

Tiga Kartu 'Sakti' ala NH-Aziz yang Mampu Atasi Problematika di Sulsel

Kartu itu berisi akses layanan program-program pro-kampung unggulan yang ditujukan untuk mensejahterakan masyarakat Sulsel.

Tiga Kartu 'Sakti' ala NH-Aziz yang Mampu Atasi Problematika di Sulsel
HANDOVER
Nurdin Halid 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Inovasi tanpa henti terus dilakukan pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

Teranyar, pasangan nasionalis religius itu menggagas tiga kartu 'sakti' yang mampu mengatasi sederet problematika Sulsel.

Kartu itu berisi akses layanan program-program pro-kampung unggulan yang ditujukan untuk mensejahterakan masyarakat Sulsel.

NH memaparkan tiga kartu 'sakti' itu masing-masing Kartu Sulsel Baru, Kartu Anak Sehat dan Kartu Anak Pintar. Kartu itu ada yang bersifat umum dan ada pula yang bersifat khusus.

Beragam kemudahan dalam upaya mensejahterakan masyarakat termaktub dalam kartu 'sakti' tersebut.

Penggunaan Kartu Sulsel Baru dkk tentunya baru diaktifkan bila NH-Aziz memenangi Pilgub Sulsel 2018.

"Kelak, jika NH-Aziz terpilih maka akan ada dibentuk tim percepatan program yang akan mengidentifikasi (pemilik kartu). Dalam (kartu) situ ada yang bersifat umum dan khusus," ujar NH, saat memberikan pengarahan pada Workshop Pembekalan Tim Kampanye Golkar Sulsel di Hotel Singgasana, Kota Makassar, Kamis (15/2/2018).

Kartu Sulsel Baru contohnya memuat sederet program unggulan NH-Aziz. Mulai dari akses layanan kesehatan gratis berbasis KTP, pendidikan gratis berbasis KTP, kredit kesejahteraan tanpa bunga dan agunan, pemberian bibit unggul gratis serta sederet layanan unggulan lainnya.

Begitu pula dengan Kartu Anak Sehat dan Kartu Anak Pintar. Bedanya, NH menuturkan dua kartu terakhir sengaja dirancang lebih spesifik. Tujuan dari kartu 'sakti' itu adalah menciptakan pemerataan dan keseimbangan.

Tidak boleh ada sekat dan pembedaan antara orang kaya dan orang miskin. Semuanya harus hidup layak dan sehat serta memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.

"Saya berikan contoh, anak orang kaya bisa minum susu setiap hari, di saat anak miskin belum tentu mampu membeli susu dalam sebulan. Olehnya itu, kita siapkan dana tunai Rp500 ribu hingga rp1 juta (dalam Kartu Anak Sehat)," jelas NH.

Sama halnya dengan Kartu Anak Pintar juga disiapkan untuk menjamin hadirnya pemerataan kebutuhan bagi setiap anak didik. Tidak memandang latar belakang sosial, baik itu kaya maupun miskin.

Harus disadari, meski biaya pendidikan sudah gratis, problematika tidak selesai. Terkadang ada anak miskin yang sebenarnya pandai, tapi malas bersekolah karena minder.

"Ke depan itu tidak boleh terjadi. Tidak boleh ada sekat ataupun pembeda-bedaan. Makanya program pendidikan NH-Aziz itu tidak sebatas membebaskan biaya pendidikan tapi juga perlengkapan sekolah. NH-Aziz juga memastikan tidak boleh ada pungli, apapun itu baik itu uang bangku atau uang buku," pungkasnya.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help