TribunTimur/

VIDEO: KKB Datangi KPU Enrekang, Ini Ancamannya

Kedatangan para tokoh masyarakat dan enam Kepala desa yang ada di Kecamatan Bungin itu, disambut langsung oleh para

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kerukunan Keluarga Bungin (KKB) menyambangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Enrekang, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Selasa (13/2/2018).

Kedatangan mereka untuk mengajukan protes pada KPU Enrekang terkait adanya wacana bergesernya kecamatan Bungin dari Daerah pemilihan (Dapil) satu menuju ke Dapil dua pada Pemilu 2019.

Kedatangan para tokoh masyarakat dan enam Kepala desa yang ada di Kecamatan Bungin itu, disambut langsung oleh para komisioner KPU Enrekang, Ridwan Ahmad, Rahmawati Karim dan Usman Abdullah.

Menurut Dewan pembina KKB, Syarifuddin Sinring, kedatangannya ke KPU Enrekang tersebut membawah dan mewakili keinginan masyarakat Bungin yang menolak pemindahan Bungin dari Dapil satu.

Sebab menurutnya, Kecamatan Maiwa yang berada di Dapil satu dan berbatasan langsung dengan Bungin memiliki ikatan budaya yang sangat kuat dan tak bisa dipisahkan.

"Kalau Bungin dan Maiwa dipisahkan itu jelas melanggar eksistensi budaya lokal, karena sejak zaman penjajahan hingga kini Maiwa dan Bungin tidak dipisahkan sesuai kata pepata Bungin Pangulu' Maiwa Banua," kata Syarifuddin Sinring kepada TribunEnrekang.com.

Ia menjelaskan, masyarakat Bungin tidak bisa dari kecamatan Maiwa, karena Jika terjadi pemisahan akan terjadi konflik horisontal.

"Sudah pernah terjadi tahun 1954 konflik berdarah tujuh orang tewas, karena ada keinginan pemisahan Bungin dan Maiwa, dan itu tidak boleh terjadi lagi," ujarnya.

Ia mengancam, jika usulan mereka tidak diterima maka 2800 wajib pilih di Bungin tidak akan datang untuk memilih pada Pemilu 2019 nanti.

Sementara Ketua KPU Enrekang, Ridwan Ahmad, berjanji menampung aspirasi KKB tersebut untuk diteruskan ke KPU Sulsel.

"Jadi usulannya kami tampung untuk dibawah ke KPU Sulsel kemudian diteruskan ke KPU RI, karena merekalah yang berhak menentukan hal itu," tutur Ridwan.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help