Truk Bermuatan Minyak Sawit Terguling di Bukit Tinggi Majene

Abdullah menuturkan truk bernomor polisi KT 8557 AD tersebut terbalik diduga karena mesin tidak mampu melewati tanjakan.

Truk Bermuatan Minyak Sawit Terguling di Bukit Tinggi Majene
nurhadi/tribunsulbar.com
Sebuah truk bermuatan minyak sawit sekitar 200 liter terguling di daerah Bukit Tinggi, tepat di perbatasan Kacamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (13/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, ULUMANDA - Sebuah truk bermuatan minyak sawit sekitar 200 liter terguling di daerah Bukit Tinggi, tepat di perbatasan Kacamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (13/2/2018).

Truk yang dikemudikan Rahman terbalik saat hendak menuju Kota Parepare, Sulawesi Selasa (Sulsel).

Kepala Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Abdullah menuturkan truk bernomor polisi KT 8557 AD tersebut terbalik diduga karena mesin tidak mampu melewati tanjakan. Sehingga mundur lalu terbalik.

"Seandainya sopir tidak banting setir ke kiri, mungkin mobil masuk jurang," ujarnya. "Katanya dia baru pertama kali melewati jalur Trans Sulawesi dan tidak tahu kalau jalannya se-ekstrem ini," lanjutnya.

Baca: Truk Pengangkut Gabah Terguling di Poros Bua Luwu, Begini Penjelasan Sopir

Baca: Truk Pengangkut Gabah Serempet Truk LPG di Majene, Lalulintas Macet

Abdullah menambahkan, kejadian itu bukanlah kali pertama. "Sebelumnya juga pernah ada mobil truk dari Makassar tujuan Mamuju dengan muatan berat juga terbalik dan masuk jurang," katanya.

"Pada saat itu jalanan menurun dan berbelok, sehingga terguling masuk jurang. Sopir saat itu dilarikan ke rumah sakit daerah Majene bersama kenetnya, karena mengalami luka parah," jelasnya.

Ia pun menghimbau kepada seluruh pengguna jalan yang hendak melintas di daerah tersebut agar berhati-hati, karena jalur ini sudah banyak memakan korban.

"Kita juga berharap kepada pihak Jasa Marga untuk memasang marka jalan. Ini agar angka kecelakaan di Bukit Tinggi bisa di tekan," ujarnya.

“Jalur ini memang cukup berbahaya. Di samping tanjakan serta tikungan tajam, juga sangat beresiko bagi pengendara mobil atau motor, apalagi lagi saat musim hujan," tambahnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help