Polda Sulsel Perpanjang Masa Penahanan Tujuh Sopir 'Tuyul'

Berharap dalam waktu dekat ini sudah melimpahkan berkas perkara tersangka ke Kejaksaan untuk diteliti.

Polda Sulsel Perpanjang Masa Penahanan Tujuh Sopir 'Tuyul'
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Polda Sulsel merilis pengungkapan kasus Ilegal Access sistem elektronik Grab di kantor Mapolda, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (22/1/2018). Sebanyak tujuh driver atau pengemudi Grab Car (tuyul) di Makassar terpaksa ditahan karena melakukan kecurangan terhadap sistem elektronik aplikasi taksi online, mereka berinisial IG (31), AQ (25), RJ (25), HR (21), KF (24), TR (24), dan TB (25) beserta barang bukti berupa lima unit mobil, 36 ponsel Android, dua Tablet Android, dua Modem, dan surat-sutat. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan masa penahanan tujuh tersangka taksi online yang melakukan order fiktif menggunakan perangkat lunak (software) "tuyul" pada aplikasi Grab selama 40 hari ke depan.

Perpanjangan penahanan ini, karena masa penahanan tersangka selama 20 hari sudah habis. Sementara berkas perkara para tersangka masih dalam tahap perampungan.

"Kita sudah perpanjang masa penahananya selama 40 hari ke depan," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondany.

Menurut perwira tiga bunga ini dalam kasus ini masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Dia berharap dalam waktu dekat ini sudah melimpahkan berkas perkara tersangka ke Kejaksaan untuk diteliti.

"Sementara baru sebatas SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ) yang kita serahkan ke Kejaksaan" kata Kombes Pol Dicky Sondany. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help