TribunTimur/

JPU Masih Tunggu Putusan Banding Wakil Ketua DPRD Bantaeng

Hajar mengaku resmi memasukan memori banding atas putusan hakim terkait perkara Andi Alim Bahrk sejak Januari 2018.

JPU Masih Tunggu Putusan Banding Wakil Ketua DPRD Bantaeng
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, Andi Alim Bahri (baju putih) mengikuti pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Sulsel, Kamis (20/11). Alim terdakwa kasus korupsi dana pelatihan anggaran aspirasi Bappeda Bantaeng senilai Rp129 juta, divonis 1 tahun penjara subsider 1 bulan, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) seberat 2,6 tahun. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bantaeng telah mengajukan upaya banding atas vonis yang dijatuhkan terhadap Wakil Ketua DPRD Bantaeng, Andi Alim Bahri.

"Sekarang kita tinggal menunggu putusan bandingnya," kata Jaksa Penuntut Umum Kejari Bantaeng, Hajar Aswad.

Hajar mengaku resmi memasukan memori banding atas putusan hakim terkait perkara Andi Alim Bahrk sejak Januari 2018.

Ia memasukan banding karen vonis satu tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim dinilai lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 2 tahun enam bulan.

Andi Alim Bahri sebelumnya divonis selama satu tahun penjara dan denda Rp50 juta. Ia juga dikenakan uang penggati kerugian negara Rp 129.200.000.

Wakil Ketua DPRD terbukti bersalah dalam kasus dugaan korupsi pada program pengembangan partisipasi kebijakan publik di instansi Bappeda sehingga merugikan uang negara.

Total dugaan kerugian negara yang ditimbulkan berdasarkan audit BPKP sebesar Rp129,2 juta dari total anggaran Rp 249,2 juta.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help