Pilwali Makassar

Tim Intifadah Sebut 300 Komunitas Dukung DIAmi

Awalnya hanya ada sekitar 163 komunitas relawan yang tercatat, namun seiring waktu jumlah tersebut terus bertambah.

Tim Intifadah Sebut 300 Komunitas Dukung DIAmi
SANOVRA JR
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) mendaftarkan di KPU Kota Makassar, Senin (8/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jelang perhelatan Pilwali Makassar 2018, dukungan dari relawan terus berdatangan untuk pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi).  Pihak DIAmi mengklaim saat ini sudah ada sekitar 300 komunitas yang mendaftar jadi relawan DIAmi.

Ketua Tim Komunitas (Intifadah) DIAmi, Nasran Mone mengatakan, awalnya hanya ada sekitar 163 komunitas relawan yang tercatat, namun seiring waktu jumlah tersebut terus bertambah.

"Awalnya hanya sekitar 163 kelompok, tapi sekarang sudah menghampiri 300 kelompok yang berbondong-bondong datang mendaftar menjadi relawan," kata Nasran Mone, Senin (12/2/2018).

Ia melanjutkan, Tim Intifadah selanjutnya akan merapikan daftar komunitas relawannya, apalagi saat ini pasangan DIAmi telah resmi menjadi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

"Setelah penetapan ini, kita akan rapikan tim yang ada karena Alhamdulillah sampai hari ini komunitas semakin banyak yang mendaftar mau menjadi relawan DIAmi," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan tidak memiliki strategi khusus untuk menggalang dukungan tersebut, justru masyarakat yang datang sendiri.

"Rata-rata dari kesadaran masyarakat itu sendiri untuk bergabung, mungkin mereka sadar melihat perkembangan kota Makassar yang sudah bagus, sehingga mereka memutuskan mau bergabung," tuturnya.

Terkait program, Nasran mengungkapkan bahwa Tim Intifadah selanjutnya akan melakukan napak tilas ke komunitas-komunitas pendukung.

"Kami akan melaksanakan napak tilas intifadah, yaitu keliling ke seluruh relawan," ucapnya.

Tak lupa ia berpesan agar masyarakat dapat menjaga pilkada ini tetap kondusif dan damai.

"Kita tetap jaga proses demokrasi di Makassar ini, ciptakan suasana kondusif karena bagaimanapun, pilkada hanyalah bagian dalam pembelajaran demokrasi," pungkasnya. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved