Nonton Film Hak Kami Sama, Ini Kata Wawali Makassar

Menceritakan tentang kehidupan dan perjuangan seorang PRT (Pembantu Rumah Tangga) yang hak kerjanya kerap kali terlupakan.

Nonton Film Hak Kami Sama, Ini Kata Wawali Makassar
HANDOVER
Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, ikut menyaksikan langsung pemutaran film "Hak Kami Sama, di Mall Panakukkang (MP), Makassar, Senin (12/2/2018).

Film yang diluncurkan oleh International Labour Organization (ILO) dan bekerjasama dengan Lembaga Advokasi Perempuan Damar, menceritakan tentang kehidupan dan perjuangan seorang PRT (Pembantu Rumah Tangga) yang hak kerjanya kerap kali terlupakan.

Dalam kesempatan ini, Syamsu Rizal sapaan Deng Ical mengatakan, meskipun kita sudah melihat eksistensi dari PRT atau pekerja sektor informal yang banyak di sekitar kita, tapi terkadang kita lupa untuk memberikan apresiasi dan penghargaan yang semestinya.

"Karna kita menganggap bahwa PRT itu hanya pembantu ji, sehingga kita membeda-bedakan dengan profesi lain seperti karyawan, Direktur dan PNS. Padahal PRT itu juga memiliki kontribusi yang luar biasa," kata Deng Ical via rilis, Senin (12/8/2018).

Lanjut kata dia, jika diukur dengan uang dan hal-hal yang pragmatis, pasti ada yang lebih dan kurang. Tapi dalam konteks Pemerintah Kota itu, seorang pembantu rumah tangga, Ustd dan pekerja jalanan itu tidak jauh lebih penting dari pekerjaan lainnya.

"Saya bilang begitu karna pada situasi tertentu Wali Kota itu tidak bisa menjadi muhassin di Masjid, dan disitulah peran seorang muhassin yang tidak bisa diganti karna profesinya itu bersifat khusus dan inpeknya itu benar-benar sangat luar biasa. demikian pula jika Wakil Wali Kota di suruh pergi memasak, mungkin satu kali bisa tetapi selanjutnya sudah tidak bisa," jelasnya

Oleh karena itu, dalam konteks itulah kita semuanya yang hadir penting untuk memahami bahwa ternyata PRT dan pekerja sektor informal itu sama pentingnya pada porsi yang berbeda dalam tatanan kehidupan sosial.

"Sebaliknya juga dalam konteks personalnya, janganki berfikir bahwa kita seorang PRT itu tidak penting," tutupnya.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved