TribunTimur/

Pilwali Makassar

Penetapan dan Pencabutan Nomor Urut Paslon Pilwali Makassar Dilakukan di Dua Tempat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar akan menetapkan pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar di Kantor KPU Makassar

Penetapan dan Pencabutan Nomor Urut Paslon Pilwali Makassar Dilakukan di Dua Tempat
HANDOVER
Ketua KPU Makassar Syarief Amir, dalam Rapat Pleno Terbuka Hasil Penelitian Persyaratan Administrasi Dokumen Persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon Dalam Pemilihan Walikota Makassar 2018, di KPU Makassar, Rabu (17/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar akan menetapkan pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar di Kantor KPU Makassar, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Senin (12/2/2018).

Setelah itu, KPU akan meminta kepada pasangan calon untuk mencabut nomor urut pada Pemilihan Wali Kota Makassar 2018 di Hotel Grand Clarion, Jl AP Pettarani, Makassar, Selasa (13/2/2018).

"Kalau penetapan hanya LO (Liaison Officer) tim bapaslon yang kita undang besok di KPU Makassar," kata Ketua KPU Makassar, Syarief Amir, Minggu (11/2/2018).

Sedangkan, bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar harus hadir dalam pencabutan nomor urut pada Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Makassar 2018.

"Mereka harus hadir dalam pencabutan nomor ini," katanya.

Pilwali Kota Makassar dikuti dua bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Pendaftar pertama yakni Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), 8 Januari 2018.

Pasangan DIAmi mendaftar melalui pasangan jalur perseorangan atau independen dengan 117.492 KTP elektronik plus dukungan dari Partai Demokrat Kota Makassar.

Sementara itu, pendaftar kedua yakni Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi, 10 Januari 2018.

Pasangan Appi-Cicu mendapatkan usungan dari Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, PPP, PAN, Partai Hanura, PKS, PDIP, PKPI, dan PBB. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help