Home »

Gowa

Longsor di Sicini Gowa, Satu Warga Jadi Korban

Camat Parigi, Hartati yang dikonfirmasi media, Minggu (11/2/2018) pagi mengatakan korban adalah Warga RW Benteng, Desa Sicini

Longsor di Sicini Gowa, Satu Warga Jadi Korban
HANDOVER
Camat Parigi, Hartati yang dikonfirmasi media, Minggu (11/2/2018) pagi mengatakan korban adalah Warga RW Benteng, Desa Sicini

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Bencana alam longsor di Parangbiring, Dusun Pattiroang, Desa Sicini, Kecamatan Parigi, Gowa menyebabkan satu warga setempat tewas setelah dijatuhi batu di bagian kepala.

Camat Parigi, Hartati yang dikonfirmasi media, Minggu (11/2/2018) pagi mengatakan korban adalah Warga RW Benteng, Desa Sicini, Asri bin Nyorni (35), 

"Korban tertimpa batu keras yang ikut longsor dari atas bukit, sementara korban sedang beraktivitas bersama warga lainnya, dan kepalanya yang tertimpa," katanya.

Baca: Ziarah ke Makam Juru Kunci Gunung Merapi, Inilah Wajah Istri Mbah Marijan

Korban langsung dievakuasi warga bersama petugas dari Polsek Tinggimoncong dan Koramil 04 Tinggimoncong langsung ke rumah duka dan mendatangkan tim medis Puskesmas Parigi untuk memeriksa kondisi korban. Namun tak tertolong lagi.

Hartati menjelaskan, keterangan warga sebelum longsor, korban bersama rekannya Sudarman (28) berada di kawasan kaki area perbukitan Parangbiring, sedang menebang pohon dengan menggunakan mesin sensaw.

Tiba-tiba, suara gemuruh terdengar dan mendadak dinding bukit longsor. Material tanah dan batu berjatuhan meluncur kencang dari atas ke bawah.

Baca: VIDEO: Dari Amerika Serikat, Alumnus UIN Alauddin Makassar Ini Selamati Tribun Timur

Keluarga korban juga mengaku mendengar cerita teman korban sebelum kejadian.

"Saat itu katanya Asri meneriaki Emmang agar segera lari. Emmang bilang Asri lari ke arah timur dan dia lari ke arah lainnya. Disaat Asri lari ke arah timur itulah longsor menimpanya," katanya.

Pemerintah setempat pun mengimbau warga agar berhati-hati beraktivitas saat musim hujan, disebabkan kondisi tanah cenderung labil.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help