Tuntut Nurdin Abdullah, Gugatan Warga Empat Desa di Pajjukukang Bantaeng Dinilai Salah Alamat

Yang dilakukan Nurdin Abdullah sebagai Bupati, kata Asmar, yakni mempertemukan dua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tuntut Nurdin Abdullah, Gugatan Warga Empat Desa di Pajjukukang Bantaeng Dinilai Salah Alamat
Edi Hermawan/TribunBantaeng.com
Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, BANTAENG-- “Gugatan” warga empat desa di Kecamatan Pajjukukang Kabupaten Bantaeng, dinilai salah alamat.

Sebab Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah tidak terlibat sebagai pihak dalam kesepakatan perdata antara PT Puja selaku subkontraktor PT Titan Mineral Utama dengan warga empat desa kecamatan Pajjukukang, Minggu (11/2/2018).

“Jadi harap hati-hari menggunakan kata menipu apalagi jika ditujukan pada pribadi Nurdin Abdullah,” kata penasihat hukum Nurdin Abdullah, Asmar Oemar Saleh, menanggapi aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sulsel berlangsung Jumat kemaren.

Menurut Asmar, Bupati Nurdin Abdullah tidak pernah menjanjikan untuk mengembalikan uang.

“Itu sama sekali tidak benar, karena menyangkut hubungan keperdataan dua pihak yang secara hukum tidak boleh Nurdin campuri,” ujar Asmar.

Yang dilakukan Nurdin Abdullah sebagai Bupati, kata Asmar, yakni mempertemukan dua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Selanjutnya urusan dua pihak,” kata Asmar.

NA lakukan itu, kata pengacara senior ini, karena warganya. Dia punya kewajiban moral dan sebagai pemerintah yang baik untuk membantu rakyatnya dalam menghadapi masalah tanpa mencampuri aspek hukumnya.

“Dan tidak bisa "memaksakan" diri untuk mencampuri materi hubungan keperdataan dua pihak itu. Hanya sebatas menghimbau agar diselesaikan secara damai,” kata Asmar yang tak lain ketua pembela hukum Tim Prof Andalan itu.

Sebagai penasihat hukum Nurdin Abdullah, kata Asmar, dirinya ingatkan semua pihak agar melihat persoalan ini secara hukum dan jernih, tanpa menyeret-nyeret soal ini ke ranah politik.

“Juga kesemua pihak agar tidak sembarang membuat pernyataan yang bisa berakibat hukum bagi bersangkutan,” tandas pengacara yang berdomisi di Jakarta ini.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help