Konsumsi Premium di Sulawesi Turun 23%, Pertalite Naik 190% Selama 2017

Pada 2016 pemakaian Premium hingga 2010,954 kiloliter (kl), turun pada 2017 yang hanya 1.557,492 kl

Konsumsi Premium di Sulawesi Turun 23%, Pertalite Naik 190% Selama 2017
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI
Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, M Roby Hervindo pada Family Gathering (Famgat) Saribattang di Yogyakarta menjelaskan bagaimana realisasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Sulawesi selama setahun. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, M Roby Hervindo pada Family Gathering (Famgat) Saribattang di Yogyakarta menjelaskan bagaimana realisasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Sulawesi selama setahun.

Menurut Roby sapaannya, konsumsi masyarakat untuk BBM jenis Premium turun 23 persen.

"Pada 2016 pemakaian Premium hingga 2010,954 kiloliter (kl), turun pada 2017 yang hanya 1.557,492 kl," katanya.

Lain halnya dengan BBM khusus, jenis Pertalite naik 190% dimana 2016 realisasinya 269 kl, 2017 sekitar 781 kl.

"Tidak hanya itu, penggunaan BBM khusus lainnya pun demikian. Pertamax naik 25%, Pertamax Dex naik 118%, luar biasanya Pertamax Turbo naik 1.168%, dan Solar naik tipis 3%," ujarnya.

Melihat hal tersebut, para pengguna BBM jenis Premium kini mulai beralih ke Pertalite dan Pertamax. Hal tersebut ditandai dengan menurunnya konsumsi premium sejak 2014.

"Adapun alasan beralihnya para pengguna premium, karena para pengguna kini mulai sadar kadar bahan bakar yang sesuai untuk kendaraannya. Selain penggunaannya yang lebih irit, tenaga yang dihasilkan Pertalite dan Pertamax jauh lebih besar dibandingkan Premium," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved