Akademisi UIN Pertanyakan Keputusan KPU Luwu Tolak Dokumen BKM-WN

Menurutnya, KPU Luwu seharusnya lebih dulu melakukan verifikasi dan klarifikasi keabsahan berkas pasangan BKM-WN

Akademisi UIN Pertanyakan Keputusan KPU Luwu Tolak Dokumen BKM-WN
chalik mawardi/tribunluwu.com
Syarifuddin Jurdi.

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Dokumen pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Luwu, Buhari Kahar Muzakkar-Wahyu Napeng (BKM-WN) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu danggap bukan keputusan ideal.

Hal tersebut dikatakan pengamat politk sekaligus akademisi Universita Islam Negeri (UIN) Makassar, Syarifuddin Jurdi, via rilis, Jumat (9/2/2018).

Menurutnya, KPU Luwu seharusnya lebih dulu melakukan verifikasi dan klarifikasi keabsahan berkas pasangan BKM-WN ke DPP partai pengusung agar mendapat jawaban pasti.

"Sepanjang itu belum disahkan oleh pihak KPU sebagai pasangan yang didukung oleh partai, maka perubahan dukungan partai itu seharusnya dapat diakomodasi oleh KPU, tugas KPU melakukan klarifikasi mengenai kebenaran perubahan dukungan tersebut," kata Syarifuddin.

Ketua Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin menambahkan, kalau melihat komposisi partai pengusung pasangan BKM-WN yakni PAN dan Hanura seharusnya telah memenuhi syarat untuk mengusung kandidat.

"Dukungan itu sudah sangat jelas, PAN merupakan partainya BKM dan Hanura merupakan pihak yang ikut mengisiasi munculnya calon ini. Dari dua partai ini sebenarnya telah memenuhi syarat sebagai pasangan calon," jelasnya.

Terkait komitmen KPU Luwu yang berpegang pada PKPU Nomor 3 tahun 2017 pasal 6 ayat 1, partai politik tidak boleh memberikan rekomendasi lebih dari satu pasangan calon, Syarifuddin, menjelaskan bahwa PKPU tidak membenarkan partai mengeluarkan rekomemdasi ganda, namun untuk kasus PAN dan Hanura berbeda.

"Untuk kasus PAN dan Hanura itu sangat berbeda, dimana sebelumnya mereka mencabut terlebih dahulu dukungan kepada calon lain dan menerbitkan rekomendasi baru untuk pasangan BKM-WN," katanya.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help