TribunTimur/
Home »

Bisnis

» Makro

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Tak Capai Target, Tapi Terbaik Kedua di Indonesia

Angka tersebut turun dibanding 2016, di angka 7,41 persen dan sedikit di atas 2015 sekitar 7,17 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Tak Capai Target, Tapi Terbaik Kedua di Indonesia
HASRUL/TRIBUN TIMUR
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Nursam Salam memaparkan kinerja ekspor impor Sulsel selama 2017 di kantor BPS Sulsel Jl H Bau Makassar, Senin (15/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo di Rapat Paripurna Penjelasan Gubernur Terhadap Nota Keuangan dan Ranperda tentang APBD Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2017 di Ruang Rapat DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Jumat (2/12/2016) pernah berkelekar, Pemprov Sulsel menarget Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau pertumbuhan ekonomi 2017 menurut lapangan usaha sebesar 8,1 persen.

"Banyak yang bilang angka ini over confidence, tapi tak ada jalan mundur. Semua stakeholder, upaya ekstraordinary," ujar Syahrul kala itu.

Sayang, target itu jauh dari realisasi, Badan Pusat Statistika (BPS) Sulsel di kantornya Jl Haji Bau Makassar, Senin (5/2/2018) merilis data pertumbuhan ekonomi Sulsel 2017 tumbuh sebesar 7,23 persen.

Angka tersebut turun dibanding 2016, di angka 7,41 persen dan sedikit di atas 2015 sekitar 7,17 persen.

Tidak hanya itu, Pemprov Sulsel juga menarget indeks pembangunan manusia sebesar 6,9 perse-7 persen dan gini ratio 0,4 persen.

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam dalam penjelasaanya kemarin menuturkan, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Penyediaan akomodasi dan makan minum merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,66 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 10,74 persen serta informasi dan komunikasi sebesar 10,52 persen.

Sedang struktur perekonomian Sulsel menurut lapangan usaha di 2017 masih didominasi empat lapangan usaha yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan (22,89 persen), perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor (13,94 persen), industri pengolahan (13,71 persen), serta konstruksi (12,74 persen).

"Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulsel 2017, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,53 persen, diikuti pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 1,16 persen; konstruksi sebesar 1,03 persen serta industri pengolahan sebesar 0,72 persen," katanya.

Meski turun dibanding tahun lalu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel merilis, pertumbuhan ekonomi Sulsel menempati posisi dua nasional di bawah Maluku Utara dengan pertumbuhan 7,67 persen. Tahun lalu, Sulsel urutan ketiga secara nasional setelah Sulawesi Tengah dan Papua. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help