OPINI: Coklit dan Kultur Pemilih Kita

Demikianlah suka duka Coklit pemutakhiran data pemilih yang akan berakhir pada 18 Februari 2018 nanti. Hasil tak akan pernah menghianati usaha.

OPINI: Coklit dan Kultur Pemilih Kita
dok.tribun
Fitrinela Patonangi, Anggota KPU Polewali Mandar & Mahasiswa Program Doktoral Hukum Unhas 

Oleh: Fitrinela Patonangi
Anggota KPU Polewali Mandar & Mahasiswa Program Doktoral Hukum Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih yang dimulai pada 20 Januari 2018 kemarin cukup banyak mendapat atensi publik. Diberbagai laman media sosial dan media online kegiatan ini sempat menjadi viral dan trending topic pemberitaan,yang dalam pencapaiannya KPU RI menerima Rekor MURI. Untuk pertama kalinya dalam perhelatan Pilkada serentak 2018, Coklit benar-benar direspon balik oleh rakyat pemilih.

Ada yang didatangi oleh anggota PPDP di saat-saat sedang melangsungkan pesta perkawinan,tempat kerja. Jauh sebelum itu, ada pula sosialisasi Coklit yang diadakan oleh penyelenggara di beberapa tempat umum, seperti tempat wisata, pantai, pasar, hingga ke berbagai laman media sosial.

Kendatipun kegiatan Coklit hanya salah satu bahagian dari tahapan penyelenggaraan pemilihan. Namun menjadi penting untuk direspon balik sebagai upaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam meningkatkan animo masyarakat sebagai penentu sirkulasi elit pemerintahan lokal dan nasional.

Upaya KPU
Bersama dengan jajarannya di daerah, KPU telah mengusahakan semaksimal mungkin terdaftarnya semua penduduk wajib pilih di Pilkada yang akan dihelat dalam 171 daerah mendatang.

Secara makro terdapat dua tindakan yang selama ini selalu dijalankan oleh KPU dalam mewujudkan hak elektoral para pemilih di tataran pendaftaran penduduk wajib pilih.

Pertama, tahap pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pemutakhiran DPT pada hakikatnya melalui dua tahapan yang wajib dijalankan oleh masing-masing jajaran KPU, yaitu pemutakhiran Daftar Potensial Penduduk Pemiih Pilkada (DP4) kemudian ditindaklanjuti dengan Pemutakhiran Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Pada penetapan DPS-lah kegiatan Coklit data pemilih memegang peranan penting. KPU Kabupaten/Kota melakukan perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang selanjutnya dibebani tugas dan kewenangan untuk memvalidasi terpenuhi atau tidaknya setiap orang sebagai penduduk wajib pilih.

Pada kegiatan pemutakhiran data pemilih, PPDP nyatanya tidak hanya melakukan pencocokan dan verifikasi faktual saja untuk semua penduduk wajib pilih. Namun telah dilakukan pula sosialisasi pemilihan kepada tiap-tiap warga yang didatangi di tempat tinggalnya masing-masing.

Kerja-kerja dan usaha keras KPU dalam meningkatkan angka partisipasi pemilih ditunjukkan dengan hati-hati dan penuh kecermatan.

Halaman
123
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help