Home »

Gowa

Grebek Tambang Ilegal di Pallangga Tanpa Satpol PP, Polsek dan Danramil Dapat Ini

Tambang ilegal kembali digerebek jajaran Polsek Pallangga dan Koramil Pallangga di Kampung Sogaya,

Grebek Tambang Ilegal di Pallangga Tanpa Satpol PP, Polsek dan Danramil Dapat Ini
HANDOVER
Tambang ilegal kembali digerebek jajaran Polsek Pallangga dan Koramil Pallangga di Kampung Sogaya, Desa Julukanaya, Kecamatan Pallangga, kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Tambang ilegal kembali digrebek jajaran Polsek Pallangga dan Koramil Pallangga di Kampung Sogaya, Desa Julukanaya, Kecamatan Pallangga, kemarin.

Kapolsek Pallangga, AKP amin Juraid mengatakan penggerebekan itu dilakukan bersama Wakapolsek didampingi Kanit Reskrim bersama Danramil Pallangga Kapten Arm Santoso.

Sayangnya saat tiba dilokasi tambang, para pekerjanya kabur.

"Tambang disini menggunakan pompa untuk mengisal pasir dari dalam tanah. Sayangnya saat kami tiba pekerja kabur, bahkan ada yang sempat memutuskan pipa dan bambu yang disambungkan dengan mesin pengisap ke pinggir," jelasnya, Minggu (4/2/2018).

Akibatnya tak ada satupun mesin pompa yang bisa diamankan lantaran mesin pengisap pasir disimpan ditengah rawa. Sehingga jauh dari jangkauan.

Pihak kepolisian juga mengaku kecewa dengan tidak adanya dukungan dari pihak Pemkab.

"Kita sebenarnya sudah koordinasi dengan Satpol PP, hanya diarahkan ke Dishub. Saat anggota Koramil ke Dishub untuk meminta bantuan mobil tidak ada satupun anggota piket ada," ujarnya mengaku.

Hal yang sama juga disampaikan Danramil Pallangga, Kapten Arm Santoso R.

Santoso menyayangkan tidak adanya dukungan dari pihak Pemkab Gowa yakni Satpol PP maupun Dinas Perhubungan.

"Seandainya kendaraan pengangkut yang kita minta ada, pasti mesin pompa disana bisa kita amankan. Karena ada tujuh penambang ilegal itu. Padahal waktu saya hubungi Kadishub katanya adaji anggotanya piket, tapi kenyataanya kosong," katanya.

Santoso juga merasa heran lantaran para penambang sudah kabur duluan saat tim tiba di lokasi.

"Rencana razia kami sudah dimonitor sepertinya. Akibatnya kami gagal membawa mesin-mesin pengisap pasir. Tapi tujuh penambang itu sudah kami identifikasi," katanya.

Dia pun menganggap untuk efektifnya operasi perlu dilakukan koordinasi dengan Dishub atau Dinas PU untuk meminjam alatnya berupa exscavator atau mobil yang memiliki katrol.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help