Satu Lagi Biro Jasa Umrah Senasib dengan First Travel, Tilap Uang 12.645 Jamaah hingga Rp 300 M

Kasus ini mengingatkan pada kasus First Travel, di mana tiga pimpinannya menipu ratusan ribu calon jamaah umrah

Satu Lagi Biro Jasa Umrah Senasib dengan First Travel, Tilap Uang 12.645 Jamaah hingga Rp 300 M
KOMPAS.COM
First Travel 

TRIBUN-TIMUR.COM-Polisi tengah mengusut dugaan penipuan dan pencucian uang oleh PT Solusi Balad Lumampah (SBL) yang diduga merugikan calon jamaah sekitar merugikan para jemaah hingga Rp 300 miliar.

Kasus ini mengingatkan pada kasus First Travel, di mana tiga pimpinannya menipu ratusan ribu calon jamaah umrah dengan iming-iming biaya murah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, selain dua kasus itu, ada juga laporan masyarakat terkait agen perjalanan umrah swasta lainnya. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan penawaran umrah murah.

Baca: Nasib Travel Agent Abu Tours Ditentukan 10 Februari

"Polri mengingatkan kepada seluruh masyarakat apabila ada tawaran yang kira-kira tidak masuk akal ongkosnya sebaiknya tidak mengikuti," ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Setyo mengatakan, harga yang ditawarkan agen perjalanan umrah yang berkasus itu tidak rasional. Masyarakat semestrnya bisa membuat hitung-hitungan biaya tiket, penginapan, dan akomodasi selama umrah dan membandingkannya dengan harga yang ditawarkan.

"Kalau masyarakat ditawari di bawah harga itu, pasti akan pertanyaan pasti dia akan ada masalah, apa nanti saat berada disana atau mungkin fasilitas tidak sesuai janji," kata Setyo.

Oleh karena itu, Setyo kembali mengingatkan masyarakat untuk mencermati biaya yang ditawarkan dan fasilitas apa yang diperoleh. Hal ini untuk mengantisipasi kasus First Travel dan agen perjalanan lainnya terulang lagi.

Polri, kata dia, akan memberi masukan kepada Kementerian Agamaterkait sejumlah agen perjalanan umrah yang dilaporkan ke polisi.

Baca: Abu Tours Terancam Senasib First Travel? Begini Pembahasannya di DPRD Sulsel

Halaman
12
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help