TribunTimur/
Home »

Lutra

Merasa Dirugikan PT Jas Mulia, Petani Kelapa Sawit Ngadu ke DPRD Luwu Utara

Karemuddin meminta PT Jas Mulia tidak lagi melakukan pemotongan yang tidak berdasar pada aturan Permentan.

Merasa Dirugikan PT Jas Mulia, Petani Kelapa Sawit Ngadu ke DPRD Luwu Utara
chalik mawardi/tribunlutra.com
Puluhan petani kelapa sawit mendatangi Sekretariat DPRD Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (31/1/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Puluhan petani kelapa sawit mendatangi Sekretariat DPRD Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (31/1/2018).

Mereka mengadukan kebijakan PT Jas Mulia yang dinilai tidak sesuai dengan aturan. "Masa sebelum dibongkar dan diturunkan buah kelapa sawit kami, sudah ditentukan potongannya yang nilainya beragam," kata Koordinasi aksi, Yusuf Paembonan.

Menanggapi aduan petani, Ketua Komisi III DPRD Luwu Utara, Karemuddin meminta PT Jas Mulia tidak lagi melakukan pemotongan yang tidak berdasar pada aturan Permentan.

Baca: Ingin Bangun Pabrik Kelapa Sawit, Perusda Agribisnis Butuh Rp 10 Miliar

Baca: Harga Kelapa Sawit di Luwu Utara Turun Jadi Rp 700

"PT Jas Mulia jangan merugikan petani dengan pemotongan yang tidak berdasar pada aturan," katanya.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Luwu Utara itu ikut meminta perusahaan menolak buah yang tidak layak jual.

"Terkait harga harus mengacu pada SK gubernur," ujarnya. PT Jas Mulia yang berlokasi di Cakkaruddu, Kecamatan Sukamaju, merupakan satu-satunya perusahaan yang membeli kelapa sawit petani di Luwu Utara.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help