Home »

Lutra

Tipikor Polres Luwu Utara Dalami Kasus Penggelapan Dana Desa Dodolo

Mantan Kepala Desa Dodolo Hendri Naftaly (47) membawa kabur dana desa tahun 2016 sebesar Rp 400 juta.

Tipikor Polres Luwu Utara Dalami Kasus Penggelapan Dana Desa Dodolo
ilustrasi

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, RAMPI - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Luwu Utara akan mendalami dugaan penggelapan dana desa yang dilakukan mantan Kepala Desa Dodolo, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Demikian dikatakan Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Luwu Utara, Abdul Latief, Senin (29/1/2018).

"Kasus itu akan kita usut tuntas karena diduga menggelapkan dana desa Rp 400 juta," katanya.

Sebelumnya, mantan Kepala Desa Dodolo Hendri Naftaly (47) membawa kabur dana desa tahun 2016 sebesar Rp 400 juta.

Kini, keberadaan Hendri tidak diketahui.

Baca: Ini 3 Desa Terbaik Pengelola Dana Desa di Luwu Utara

Kepala Inspektorat Luwu Utara, M Asyir Suhaeb, menemukan kerugian negara atas perbuatan mantan kepala desa itu.

"Dia sudah kita audit dan ditemukan kerugian negara atas penggunaan Dana Desa Dodolo tahun 2016," kata Asyir beberapa waktu lalu.

Dodolo merupakan salah satu desa terpencil di Luwu Utara.

Desa berjarak 86 kilometer dari ibu kota kabupaten ditempuh dua hari akibat jalan yang tidak memadai.

Tidak ada listrik dan jaringan seluler di Dodolo.

Kelakuan Hendri sudah jadi rahasia umum warga Luwu Utara.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help