TribunTimur/

Reka Adegan Kasus Pembunuhan Warga Jl Nyiur Palopo, Saksi Sebut Pelaku 7 Orang

Polres Palopo juga menghadirkan saksi bernama Ayu. Ia memberikan kesaksian bahwa pelaku berjumlah tujuh orang pada saat itu.

Reka Adegan Kasus Pembunuhan Warga Jl Nyiur Palopo, Saksi Sebut Pelaku 7 Orang
hamdan soeharto/tribunpalopo.com
Polres Palopo menggelar reka ulang adegan kasus pembunuhan Takdir alias Tarra di Mapolres Palopo, Senin (29/1/2018). 

Laporan Wartawan TribunPalopo.com, Hamdan Soeharto

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Polres Palopo menggelar reka ulang adegan kasus pembunuhan Takdir alias Tarra di Mapolres Palopo, Senin (29/1/2018).

Sebanyak 21 adegan diperagakan oleh lima tersangka, yakni Yandi, Ade, Ciwang, Ari, dan Ardi, saat menghabisi nyawan korban. Pada adegan ke-10, Ade memeragakan bagaimana saat menikam perut Takdir dengan menggunakan gunting.

"Adegan ke-10 dan 18 adalah penikaman. Adegan ke-10, Ade menikam korban dengan menggunakan gunting. Sementara Adegan ke-18, Ciwang menikam punggung korban dengan menggunakan badik," kata Kasat Reskrim, AKP Ardy Yusuf.

Polres Palopo juga menghadirkan saksi bernama Ayu. Ia memberikan kesaksian bahwa pelaku berjumlah tujuh orang pada saat itu.

Namun setelah melihat hasil rekonstruksi tersebut, Polres Palopo hanya menetapkan lima orang tersangka. Kelimanya telah diamankan Polres Palopo.

Baca: Warga Malatunrung Palopo Tewas Dikeroyok di BTN Nyiur, Pelakunya Kabur

Baca: Begini Kronologi Penikaman di Bontorappo Jeneponto, Saksinya Perempuan

"Menurut Ayu, saksi mata yang melihat kejadiaan pelaku berjumlah tujuh orang. Tapi setelah melihat dan mendengar pengakuaan pelaku yang telah tertangkap, Polres Palopo menetapkan lima orang yang memenuhi unsur untuk dijadijan tersangka," jelasnya.

Kendati demikiaan, Polres Palopo masih mencari seorang saksi lagi untuk dimintai keterangannya. "Kami masih mencari seorang saksi lagi untuk dimintai keterangan. Sebab saksi tersebut terlihat berada di lokasi kejadiaan," tuturnya.

Kelima tersangka tersebut akan dikenakan pasal 170 ayat 2-3 mengenai penganiayaan dan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Takdir yang merupakan warga Kelurahan Malatunrung dianiaya sekelompok pemuda di Jalan Nyiur, dekat dengan Lapangan Futsal Mahakam. Ia dianiaya dengan menggunakan benda tajam dan batu. Malang, nyawa tak tertolong saat tiba di RS Mega Buana.(*)

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help