TribunTimur/

Stok Darah di Toraja Kosong, Pasien Meninggal, Begini Respon Aktivis

Akibatnya, seorang pasien salah satu rumah sakit di Rantepao meninggal dunia pagi tadi.

Stok Darah di Toraja Kosong, Pasien Meninggal, Begini Respon Aktivis
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara kekurangan stok darah di Rumah Sakit (RS).

Akibatnya, seorang pasien salah satu rumah sakit di Rantepao meninggal dunia pagi tadi.

Hal itu disampaikan aktivis Toraja, Jersi, kepada TribunToraja.com, Sabtu (27/1/2017). 

"Sangat disayangkan karena Toraja belum mempunyai Unit Transfusi Darah (UTD), darah itu sangat penting bagi orang yang membutuhkan, Toraja sudah harus mempunyai UTD," ujar Jersi.

"Apabila stok darah ada pada waktu itu, mungkin saja bisa tertolong atau selamanya, sekalipun kematian itu Tuhan yang atur," tuturnya menambahkan.

Baca: Pemkab Toraja Utara Diminta Bangun UTD, Ini Alasannya

Menurutnya, kejadian itu harus menjadi perhatian khusus pemerintah dan rumah sakit.

"Ini persoalan kemanusiaan bukan persoalan sepeleh, apalagi kita tahu Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan dan Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara adalah Ketua Palang Merah Indonesia," ucap Jersi.

Direktur RSUD Lakipadada Tana Toraja, dr Syafari Mangopo menyebutkan, pihaknya hanya mempunyai bank darah yang fungsinya untuk penyimpanan darah saja.

Adapun untuk trasfusi, pihaknya mengambil stok dari Kabupaten Pinrang, Enrekang, Palopo dan Parepare.

"Kalau ada kebutuhan kami langsung pesan, hanya butuh waktu pengantaran, itupun kalau lalulintas lancar," kata Syafari.(*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help