Pilkada Mamasa 2018

Ramlan-Martinus Calon Tunggal di Pilkada Mamasa, Ini Kata Ketua KPU Sulbar

Sebab dengan calon tunggal KPU tetap menyiapkan wadah bagi yang tidak setuju dengan calon tunggal tersebut.

Ramlan-Martinus Calon Tunggal di Pilkada Mamasa, Ini Kata Ketua KPU Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuriah 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Beberapa daerah bakal melangsungkan Pilkada dengan satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Tak terkecuali di Sulawesi Barat (Sulbar). Di Kabupaten Mamasa, Pilkada hanya akan diikuti pasangan Ramlan Badawi-Martinus Tiranda atau pasangan calon incumbent yang memiliki tagline Harmonis.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar, Usman Suhuriah, Jumat (26/1/2018) menjelaskan KPU tidak familiar dengan kotak kosong dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Namun yang dikenal adalah calon tunggal.

Adanya calon tunggal dalam pelaksaan Pilkada di suatu daerah, kata Usman, bukan berarti akhir dari proses Pilkada. Sebab dengan calon tunggal KPU tetap menyiapkan wadah bagi yang tidak setuju dengan calon tunggal tersebut.

"Proses elektoral atau pemilihan akan tetap berlangsung sebagaimana biasanya. Bahkan jika ada pihak-pihak yang ingin melakukan sengketa hasil Pilkada itu akan tetap diakomodir di Mahkamah Konstitusi," jelasnya.

Baca: Ramlan Badawi Kantongi Rekomendasi PKS di Pilkada Mamasa 2018

Baca: Ramlan Badawi Kantongi Rekomendasi NasDem

Dengan adanya calon tunggal di Pilkada Mamasa, KPU diharapkan bekerja keras untuk mensosialisasikan teknis pelaksanaan Pilkada dengan calon tunggal.

"Kita tidak mau masyarakat memahami bahwa calon tunggal itu otomatis akan menang. Sehingga KPU harus bekerja keras," ujarnya.

Usman menjelaskan, model surat suaranya pada pelaksanaan Pilkada dengan calon tunggal akan tetap menampilkan gambar pasangan calon. Kemudian pada kolom selanjutnya akan ada dua pilihan, yakni setuju dan tidak setuju dengan calon tunggal.

"Itu nanti akan dihitung, apakah bisa mengungguli calon tunggal atau tidak. Tapi kalau lebih banyak di kolom setuju maka calon tunggal secara otomatis ditetapkan. Namun sebaliknya jika yang tidak setuju lebih banyak, maka Pilkada akan diulang dengan menunggu Pilkada serentak selanjutnya karena calon tunggal tidak dapat ditetapkan," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved