Home »

Opini

opini

Menyoal Kemiskinan di Pangkep

Sejak Tahun 2010 tingkat kemiskinan Kabupaten Pangkep paling tinggi dibandingkan kabupaten lain di Sulsel.

Menyoal Kemiskinan di Pangkep
handover
Hikmayani 

Oleh: Hikmayani
Kepala Seksi IPDS BPS Pangkep

Kemiskinan memiliki pengertian yang berbeda di setiap wilayah dan waktu. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kemiskinan merupakan masalah multidimensi.

Kemiskinan bukan hanya masalah pendapatan yang rendah, tetapi juga menyangkut masalah perumahan yang buruk, rendahnya pembangunan manusia (human development) dalam hal pendidikan dan kesehatan, dan lain-lain.

Sebelum 1993, seseorang dikategorikan miskin jika total pengeluaran untuk pembelian makanan senilai 2100 kkal perkapita perhari.

Sejak 1993, Indonesia mengadopsi basic needs approach yang terdiri atas pengeluaran untuk makanan dan non-makanan.’

Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM).

Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kkal perkapita perhari.

Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

Komoditi makanan diwakili oleh 52 komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll).

BACA JUGA Perspektif Direktur Sekolah Islam Athirah: Mencari Calon Presiden

BACA JUGA Klakson Abdul Karim: Ambisi

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help