Tersangka Korupsi Tak Hiraukan Tiga Kali Panggilan Kejaksaan Cabang Pelabuhan

Rudianto selaku Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) kembali mangkir, meski sudah tiga kali dillayangkan pemanggilan pemeriksaan

Tersangka Korupsi Tak Hiraukan Tiga Kali Panggilan Kejaksaan Cabang Pelabuhan
tribun/Mahyuddin
Muhammad Badri AS (38) mantan Sekertaris Desa Butakeke

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM), Rudianto tidak menghiraukan panggilan Kejaksaan.

Rudianto selaku Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) kembali mangkir, meski sudah tiga kali dillayangkan pemanggilan pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Cabang Pelabuhan, Makassar.

"Dia belum penuhi panggilan sampai sekarang," kata Kepala Kejaksaan Negeri Pelabuhan, Makassar; Andi Irfan kepada Tribun, Senin (15/01/2018) siang.

Menurut Andi Irfan, tersangka Rudianto tidak penuhi panggilan Kejaksaan tanpa ada pemberitahuan dan alasan yang jelas. Ia memastikan dalam waktu dekat ini bakal melayangkan surat pemanggilan paksa.

Rudianto ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga terlibat dalam penyalagunaan penyaluran bantuan dana sebesar Rp 2 miliar yang tidak sesuai dengan peruntukanya.

Modusnya, KSP itu mendapat dana LPDB tahun 2013 sebanyak Rp 2 Miliar namun tidak disalurkan sesuai peruntukan.

Bantuan yang diperoleh semestinya digunakan untuk kepentingan masyarakat justru digunakan demi kepentingan pribadi yakni membeli ruko.

Tidak hanya itu, Koperasi itu yang menerima bantuan ini adalah koperasi abal abal. Koperasi segaja dipalsukan dokumennya demi mendapatkan bantuan dana bergulir dari LPDB pusat.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help