Waspadalah, Tim Cyber Crime Polda Sulsel Mulai Pantau Aktivitas Black Campaign di Pilkada Serentak

Polda Sulawesi Selatan mulai membentuk tim yang khusus memonitoring bentuk kampanye hitam saat proses Pilkada serentak di media sosial.

Waspadalah, Tim Cyber Crime Polda Sulsel Mulai Pantau Aktivitas Black Campaign di Pilkada Serentak
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mulai membentuk tim yang khusus memonitoring bentuk kampanye hitam saat proses Pilkada serentak di media sosial.

Tim yang berada di bawah naungan Cyber Crime tersebut melibatkan tiga unsur satuan di Polda, yakni Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus), Bidang Humas dan Direktorat Intelejen dan Keamanan (Dit intelkam).

Tim Cyber Crime yang dibentuk tersebut dipusatkan di Polda Sulsel dan bekerja selama 1x24 jam memonitoring kegiatan di media sosial seperti facebook, instagram maupun Twitter.

Meski demikian Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, menerangkan bahwa tim tersebut juga berkoordinasi dengan Polres terutama yang masuk dalam daftar penyelenggara Pilkada di Sulsel.

"Terutama di masa Pilkada ini tim Cyber Crime yang sudah lama terbentuk akan fokus mengawasi adanya praktek-praktek kampanye hitam, terutama yang mengarah kepada ujaran kebencian dan SARA," terang Dicky saat dikonfirmasi, Minggu (14/1).

Difokuskannya tim Cyber Crime di Polda Sulsel lantaran menurut Dicky alat yang tersedia masih terbatas.

Meskipun di tiap Polres telah memiliki namun koordinasi penanganan akan dipusatkan di Polda Sulsel.

"Kami akan tetap berkoordinasi, semisal ada laporan di Polres terkait Cyber Crime nanti akan kita telusuri dan tindaki. Kalau bentuknya ujaran kebencian kami mengacu pada pelaporan pihak yang dirugikan. Sementara kalau mengacu ke persoalan SARA, tanpa adanya laporan pun tim langsung bergerak," terangnya.

Dicky lanjut menerangkan bahwa hingga saat ini, tahapan Pilkada berlangsung belum ada laporan terkait Cyber Crime.

Meski demikian, Ia menghimbau setiap pihak terutama pendukung Calon kepala daerah mematuhi aturan-aturan bersosial media.

"Untuk wilayah Sulsel potensinya hampir sama disetiap media sosial yang ada tetapi dari pantauan awal Facebook yang paling banyak digunakan, harapannya masyarakat Sulsel menghindari perbuatan-perbuatan yang berpotensi mengarah ke Cyber Crime," tutupnya.

Penulis: Alfian
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help