Pilwali Makassar

Pertumbuhan Ekonomi Makassar Tinggi Tapi Kesenjangan Juga Tinggi, Ini Solusi Appi-Cicu

Untuk ukuran kota Makassar, angka kesenjangan mencapai 0,49 Persen dan itu juga merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Makassar Tinggi Tapi Kesenjangan Juga Tinggi, Ini Solusi Appi-Cicu
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Ribuan pendukung iringi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin' dan Rachmatika 'Cicu' Dewi menuju ke Kantor KPU Makassar Jl Perumnas Antang, Rabu (10/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kota Makassar disebut merupakan salah satu wilayah yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2017 lalu, pertumbuhan ekonomi ibukota Sulawesi Selatan itu mencapai 7,9 Persen.

Angka itu bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi secara nasional, namun tingginya capaian tersebut dinilai memunculkan persoalan baru.

Dari data yang dihimpun pendapatan per kapita di kota Makassar mencapai Rp 87 juta/tahun. Jika dirata-ratakan perbulannya setiap warga kota Makassar memiliki pendapatan sekitar Rp 7 juta/orang.

Namun nyatanya hal demikian tak terjadi secara rill di kota Daeng. Juru bicara Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), Abdul Aziz Udin, mengatakan bahwa pertumbuhan yanh terjadi di Makassar sejalan dengan kian lebarnya kesenjangan yang terjadi atau gini rasio sehinggga tak ada pemerataan.

Untuk ukuran kota Makassar, angka kesenjangan mencapai 0,49 Persen dan itu juga merupakan yang tertinggi di Indonesia.

"Seharusnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang merata, namun hal itu tak terjadi di kota Makassar sebab tingginya angka kesenjangan," katanya.

Problem tersebut menurutnya perlu penanganan serius di kota yang menjadi pintu gerbang kawasan Indonesia Timur itu. Sebagai Calon Wali kota dan Wakil Wali kota Makassar, Appi-Cicu, pun menawarkan program yang tak hanya bertujuan meningkatkan perekonomian tetapi juga fokus pada pemerataan.

Konteks kota Makassar diketahui masih didominasi oleh penduduk yang berusia produktif, namun sebagian besar tak memiliki perkerjaan.

"Melihat hal demikian Appi-Cicu akan konsen menciptakan 40 Ribu pengusaha baru di kota Makassar ini juga dalam rangka menanggulangi pengangguran. Tak hanya itu kita juga akan support dan memberikan akses bantuan modal usaha dan pendampingan," ungkapnya.

Lanjutnya setiap RT nantinya akan mendapatkan pendampingan untuk membentuk kelompok usaha masing-masing. Bahkan sistem pemasaran akan disiapkan pula.

"Ini dalam rangka menangkap peluang usaha startup (e-commerce), sekarang kan era digital kita ingin menfasilitasi generasi muda zaman now-nya kota makassar dalam mewujudkan peluang usahanya. Saya kira bukan hal mustahil dalam mewujudkan itu semua karena latar belakang pak Appi yang sudah malang melintang di dunia usaha dan bisnis. Insha Allah ketika terpilih pemeritah kota akan hadir menfasilitasi bahkan mendampingi," tutupnya. (*)

Penulis: Alfian
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help