TribunTimur/
Home »

Bisnis

» Makro

KPPU: Impor Beras Terpaksa Dilakukan

Kelangkaan dan kenaikan harga beras premium terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

KPPU: Impor Beras Terpaksa Dilakukan
Fadhly/Tribun Timur
Ketua KPPU, Syarkawi Rauf saat menjelaskan kepada awak media belum lama ini di Gedung Keuangan II Jl Urip Sumoharjo Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kelangkaan dan kenaikan harga beras premium terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Harganya melejitkan mencapai Rp 13 ribu per kilogram (kg).

Alhasil Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan impor beras hingga 500 ribu ton untuk menormalkan harga beras.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mendukung kebijakan Kemendag tersebut.

Saat dihubungi, Sabtu (13/1/2018) ia menuturkan, memang persoalan beras saat ini sangat kompleks. Diawali dengan luasan panen pada bulan Desember, Januari, Februari tidak sebesar Juni-Juli-Agustus atau panen raya.

"Ini tercermin pada pasokan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang. Normalnya, pada Senin jumlah beras yang masuk 5.000 ton, hari lainnya 2.500 ton. Nah awal tahun ini berkurang 30 persen dari baisanya," katanya.

Berkurangnya volume beras yang masuk, membuat pemerintah melalui Bulog melakukan operasi pasar beras. Tidak lain untuk menstabilkan stok pasokan.

"Data Kementan jumlah produksi beras 2017 memnuhi kebutuhan secara nasional. Berdasarkan data itu kita tidam perlu khawatir. Namun yang terjadi beras itu kurang di pasar, dan sampai ke konsumen harganya mahal," katanya.

Dosen Fakuktas Ekonomi Unhas itu menilai, bukan produksi yang menurun, melainkan pola distribusi yang bermasalah.

"Jangan sampai ada yang menahan pasokan sehingga pasokan beras ke pasar induk berkurang, yang membuat pemerintah terpaksa harus mengimpor," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help