Berani Buka Borok Prabowo, Inilah Profile La Nyalla Saudagar Bugis di Rantau

Keadaan politik Indonesia kini mulai memanas. Pasalnya tahun 2018 memang tahun politik dimana sejumlah daerah di seluruh Indonesia

Berani Buka Borok Prabowo, Inilah Profile La Nyalla Saudagar Bugis di Rantau
Kolase foto La Nyalla dan Prabowo 

Menurut Fadli, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tidak pernah meminta uang untuk kepentingan pribadi maupun untuk partai kepada pasangan calon.

Mungkin yang ada, menurut Fadli, Prabowo menanyakan kesiapan logistik calon peserta Pilkada yang diusung.

‎"Kalau itu dipertanyakan terkait kesiapannya untuk menyediakan dana untuk pemilu untuk digunakan dirinya sendiri ya sangat mungkin, tentu logistik dalam pertarungan pilkada sangat diperlukan," katanya.

Pasalnya menurut Fadli untuk maju sebagai peserta pemilu dibutuhkan logistik yang tidak sedikit.

Apalagi di Jawa Timur yang jumlah kabupten serta penduduknya yang cukup besar.

Logistik tersebut digunakan untuk menggerakan relawan dan membiayai trasportasi serta konsumsi saksi.

"Jadi saya kira wajar, bukan untuk kepentingan pribadi atau partai, tapi kepentingan yang bersangkutan," katanya.

Terkait tudingan La Nyalla bahwa uang tersebut merupakan syarat rekomendasi, menurut Fadli, hanya kesalahpahaman saja.

Ia mengatakan masalah tersebut dapat dikomunikasikan atau diperdebatkan.

La Nyalla Mattalitti
La Nyalla Mattalitti ()

‎"Saya kira itu miss-komunikasi, harusnya itu bisa diperdebatkan apa yang dimaksud, itu hanya miss-komunikasi," pungkasnya.

Banyak pihak mengaku salut dengan keberanian La Nyalla membongkar adanya mahar politik.

Apalagi yang dilawan adalah Prabowo Subianto, tokoh yang disegani di Indonesia.

Prabowo adalah mantan jenderal TNI yang dikenal berani. Ia pernah menjabat sebagai komandan pasukan elite TNI Kopassus.

Sepak terjangnya di dunia militer sudah tidak diragukan lagi.

Ia pernah memerintahkan tim mawar untuk menculik beberapa aktivis di jelang kejatuhan Presiden Soeharto.

Siapakah La Nyalla Mattalitti yang berani terhadap Prabowo?

La Nyalla adalah terlahir dengan nama lengkap La Nyalla Mahmud Mattalitti di Jakarta, 10 Mei 1959.

Kakeknya, Haji Mattalitti adalah saudagar Bugis-Makassar yang cukup terkenal di Surabaya.

Sementara ayahnya Mahmud Mattalitti S.H adalah seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) yang pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Fakultas Hukum Unair.

Biarpun berasal dari keluarga berada, La Nyalla tidak pernah menggunakan nama besar dan kekayaan keluarganya dalam hidupnya.

Sejak kecil La Nyalla terkenal bengal. Saat kecil, La Nyalla hobi berkelahi. Bahkan ia pernah membawa sangkur untuk berkelahi.

Kenakalan La Nyalla ini membuat orangtuanya jadi langganan dipanggil guru BP di sekolah.

Tidak tahan dengan kebadungan La Nyalla, orangtuanya pun memasukkan La Nyalla ke dalam pondok pesantren di Bekasi.

Beranjak dewasa, La Nyalla memilih nyantri di komplek makam Makam Sunan Giri Gresik. Dia tak punya pekerjaan tetap disana.

La Nyalla pernah menjadi sopir angkot Wonokromo- Jembatan Marah dan sopir minibus L300 Surabaya-Malang.

Sampai menikah pun nasibnya tidak berubah. Di kompleks makam wali ini, dia menghimpun banyak preman diajak mendekatkan diri kepadaNya.

Hasilnya dia memiliki ratusan pengikut yang setia sampai kini. La Nyalla ternyata punya kemampuan pengobatan alternatif alias paranormal.

Keahlian ini diasah sejak di ponpes di Bekasi. Pasiennya mulai orang pinggiran sampai dosen. Namun karena emoh dicap dukun, Nyalla tidak praktik lagi.

”Kalau Anda melihat saya seperti sekarang, itu karena tekad saya bulat. Kerja sungguh-sungguh,” kata pengusaha konstruksi ini.

Dia mengatakan titik awal sebagai pengusaha adalah kisah nekadnya membuat pameran kreativitas anak muda tahun 1989.

Pameran yang disokong PT Masipon itu bangkrut Rp 180 juta gara-gara tidak ada peserta.

Di sinilah Nyalla mempertaruhkan hidup dan namanya. Dia dikejar-kejar penagih hutang. Kerugian itu begitu memukul, bahkan Nyalla yang sempat akan 'lempar handuk' dan bersedia mengangsur Rp 250.000 per bulan.

Baca: Harta Rp 8 Triliun, Bakal Calon Bupati Pinrang Ini Terkaya se-Indonesia

Baca: Siang Ini Toraja Diprediksi Hujan Lokal, Suhu 28 Derajat

Dia melobi Maspion lagi, meminta sponsor senilai Rp 5 juta untuk menggelar pameran.

Kelak pameran ini dikenal dengan nama Surabaya Expo.

Kegiatan yang berlangsung sejak 1990 itu berkibar dan menjadi agenda tahunan sampai 2001. Di sinilah dia dikenal banyak pengusaha dan birokrat.

“Kalau saya mundur pada 1989 lalu. Saya tidak akan seperti sekarang,” katanya.

Ada perilaku keagamaan pribadi La Nyalla yang tidak banyak diketahui orang.
Begitu menginjak usia 40 tahun, La Nyalla istiqomah menjalankan Puasa Daud dan Tahajud.

La Nyalla muda memang pernah akrab dengan dunia malam, tetapi setelah usia 40 tahun, dia memilih membina dan mengajak teman-temannya yang berkecimpung di dunia malam untuk kembali ke jalan kebaikan.

Sejak saat itu, La Nyalla membuat Yayasan La Nyalla Academia, dengan slogan yang berbunyi; Bersama Untuk Kebaikan.

La Nyalla memegang teguh janji Allah di Alquran, bahwa semua orang merugi, kecuali mereka yang beriman dan berbuat kebajikan di muka bumi.
La Nyalla pernah dipercaya sebagai Ketua Umum PSSI Pusat, masa bakti 2015-2016.

Di era La Nyalla di PSSI, untuk pertama kalinya, sejak PSSI berdiri, PSSI mendapat bantuan FIFA Goal Project dan lulus FIFA Performance Program.
La Nyalla pun pernah tersandung kasus hukum.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan status tersangka ke La Nyalla untuk dua kasus yakni korupsi dana hibah Kadin dan tindak pencucian uang dana hibah.

Dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur, Kejati Jatim menemukan bukti La Nyalla pernah menggunakan dana hibah sebesar Rp 5,3 miliar untuk membeli saham perdana Bank Jatim pada tahun 2012.

Sementara, dalam kasus tindak pencucian uang dana hibah, La Nyalla diduga menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2011-2014 sebesar Rp 48 miliar.

Menurut Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung ada aliran dana dari pengembangan kasus itu senilai kurang lebih Rp 1,3 miliar.

Kejati juga menetapkan status tersangka sesuai surat nomor KEP-39/0.5/.d1/04/2016 dan dikeluarkan pada 22 April 2016.

Di persidangan, majelis hakim pun memvonis La Nyalla dengan putusan bebas murni dan tidak terbukti melakukan tindak pidana seperti didakwakan oleh Jaksa.

La Nyalla pun bebas pada tanggal 27 Desember 2016.

Dan pada 18 Juli 2017 lalu, pengajuan Kasasi oleh Jaksa ditolak oleh Mahkamah Agung.

Sehingga perkara Dana Hibah Kadin Jatim yang disangkutkan dengan La Nyalla sudah inkrah alias telah selesai dan memiliki kekuatan hukum tetap. (tribunlampung)

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help