TribunTimur/

6 Fakta Penangkapan Pengacara Kawakan Fredrich Yunadi, No 5 Reuni dengan Mantan Bos

Dikenal sebagai salah satu pengacara flamboyan di Tanah Air, Fredrich harus menerima nasib ditangkap oleh penyidik KPK.

6 Fakta Penangkapan Pengacara Kawakan Fredrich Yunadi, No 5 Reuni dengan Mantan Bos
TRIBUNNEWS.COM/THERESIA FELISIANI
Pengacara Fredrich Yunadi mengenakan rompi tahanan KPK, Sabtu (13/1/2018). 

‎TRIBUN-TIMUR.COM - Pengacara kawakan Fredrich Yunadi jadi 'pasien' Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Dikenal sebagai salah satu pengacara flamboyan di Tanah Air, Fredrich harus menerima nasib ditangkap oleh penyidik KPK.

Kuasa Hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa menyayangkan cara KPK yang menangkap kliennya pada Jumat (12/1/2018) malam.

Baca: Ahok Gugat Cerai Istri, Giliran Djarot Syaiful Ungkap Perilaku Veronica Tan

Menurut Sapriyanto, belum sampai 24 jam batas waktu panggilan perdana sebagai tersangka‎ pada Jumat (12/1/2018) pukul 22.00 WIB kliennya sudah ditangkap KPK.

Advokat Fredrich Yunadi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018)/KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Advokat Fredrich Yunadi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018)/KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA

Dirangkum tribun-timur.com dari berbagai sumber berikut fakta-fakta penangkapan salah satu pengacara tajir yang mengaku kerap menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk berlibur itu:

1. Diperiksa 10 Jam Lalu Ditahan KPK

Fredrich digelandang ke KPK kemudian diperiksa selama 10 jam hingga ditahan pada Sabtu (13/1/2018) ‎pukul 11.00 WIB di rutan Merah Putih KPK.

"‎Memang tadi malam begitu kejadiannya. Kami juga sangat menyayangkan cara yang dilakukan KPK. Memang Jumat kemarin panggilan dari surat yang dikirim tanggal 9 Januari. Kami juga sudah itikad baik ke KPK minta penundaan. ‎Ternyata jangka waktu satu hari belum berakhir, terbitlan surat penangkapan. Terus terang kami merasa terlecehkan," terang Sapriyanto, Sabtu (13/1/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

2. Peringatan bagi profesi pengacara

Halaman
1234
Penulis: Abdul Azis
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help