Usai Makan Permen yang Diberi Teman, Murid Madrasah Ibtidayah Ini Alami Gangguan Mental

Ibu asuh korban Hamisa Daeng Baji mengaku bahkan harus mengikat anaknya itu karena sering mengamuk dan meronta.

Usai Makan Permen yang Diberi Teman, Murid Madrasah Ibtidayah Ini Alami Gangguan Mental
HANDOVER
Madrasah Ibtidayah (MI) Nur Fadhillah, Din Syamsuddin. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Kasus korban yang alami gangguan mental karena mengkonsumsi permen terjadi di Kabupaten Gowa.

Kali ini korbannya murid Madrasah Ibtidayah (MI) Nur Fadhillah, Din Syamsuddin.

Efeknya korban yang tinggal di Gowa Hirah'>Pesantren Gowa Hirah itu terlihat seperti mengalami gangguan mental.

Ibu asuh korban Hamisa Daeng Baji mengaku bahkan harus mengikat anaknya itu karena sering mengamuk dan meronta.

"Kemarin waktu tidur di rumah terpaksa kita peluk dengan bapak asuhnya. Karena mengamuk terus. Dia pukul teman-temannya" ujarnya saat ditemui di RSUD Syekh Yusuf, Jumat (12/1).

Di rumah sakit pun, korban harus diikat karena tidak bisa berhenti meronta.

Kondisi itu bermula dua hari lalu. Pengakuan korban dia diberikan permen bentuk kaki oleh teman sekolah di Jl. Mangka Daeng Bombong, Kecamatan Somba Opu.

Keluhan awal, korban mengaku sakit pada kakinya. Hari berikutnya korban mulai mengamuk dan berperilaku laiknya orang gangguan mental.

Hamisa sempat menanyakan apa yang dikonsumsi korban. Dan pengakuannya dia diberi permen berbentuk kaki.

"Saya sempat beri minum air kelapa, baik ji. Tapi setelah itu dia mengamuk lagi," ujarnya.

Kondisi itu membuat Hamisa membawa korban ke rumah sakit.

Dan sampai saat ini korban masih menjalani perawatan di IGD rumah sakit.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help