Pilgub Sulsel 2018

KPU Sasar Pemilih Potensial Lewat Gerakan Coklit

Mardiana Rusli mengatakan, gerakan coklit nasional ini mencanangkan 1,5 juta sampai 4 juta pemilih yang akan didaftar sebagai pemilih.

KPU Sasar Pemilih Potensial Lewat Gerakan Coklit
handover
komisioner dan staf KPU Sulsel mengikuti simulasi Gerakan Coklit yang melibatkan 50 orang. Jumat (12/1/2018).

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel akan meluncurkan gerakan pencocokan dan penelitian (Coklit) nasional, jelang 20 januari 2018.

Persiapan yang dilakukan KPU, yakni sosialisasai media massa dan media sosial, mencatat nama-nama pemilih potensial dan simulasi pada seluruh komisioner dan st tata cara mengisi formulir pelaksanaan coklit.

Komisioner divisi Perencanaan dan Data KPU Sulsel, Mardiana Rusli mengatakan, gerakan coklit nasional ini mencanangkan 1,5 juta sampai 4 juta pemilih yang akan didaftar sebagai pemilih.

Tentu saja daya dukung informasi coklit dan sukses kegiatan ada di peran media massa.

"Coklit ini adalah momentum bagi masyarakat untuk mengetahui diawal apakan mereka terdaftar atau tidak dalam proses pemutahiran data. Kami akan massifkan media massa dan target potensial pemilih yang akan dicoklit," kata Ana, Jumat (12/1/2017).

Menurutnya, pilihan pemilih potensial diantaranya, tokoh masyarakat, bakal pasangan calon, artis, tokoh inspirasi dan pemilih pemula.

Tujuannya, pemilih potensial ini akan membantu KPU dalam memviralkan infrormasi tentang coklit perdana, 20 Januari.

Secara internal, KPU juga membekali pengetahuan pada seluruh jajarannya.

Simulasi dilakukan secara berjenjang mulai dari petugas pemutahiran data pemilih (PPDP), PPK, PPS bahkan komisioner dan staf KPU provinsi dan KPU Kabupaten/kota se Sulsel.

Jumat (12/1/2018), digelar simulasi akan melibatkan 50 orang terdiri dari komisioner dan staf KPU. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tata cara mengisi formulir dan pelaksana coklit yang akan digunakan oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP).

KPU akan mendatangi sebanyak 2.190 rumah. Setiap komisioner akan mendatangi, minimal lima rumah.

Jika di total KPU Provinsi dan KPU Kab/kota baik komisioner dan sekretariat 448 orang staf organik ditambah PPK 1.535, PPS 9.0141 dan PPDP 21.209.

"Gerakan coklit ini, diharapkan memberikan signal bagi masyarakat untuk aktif dan mengetahui diawal mereka sudah terdaftar sebagai pemilih," kata Ana menambahkan. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help