Kontraktor Proyek IGD RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba Didenda Rp 3 Juta Sehari, Ini Sebabnya

Target pembangunan sesuai dengan kontrak seharusnya rampung 100 persen pada 16 Desember 2017.

Kontraktor Proyek IGD RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba Didenda Rp 3 Juta Sehari, Ini Sebabnya
firki arisandi/tribunbulukumba.com
Pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pihak kontraktor pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba, telah memasuki masa denda.

Target pembangunan sesuai dengan kontrak seharusnya rampung 100 persen pada 16 Desember 2017. Namun, hingga pada waktu yang ditentukan, pengerjaan bangunan hanya mencapai 85 persen.

Hal tersebut membuat pihak kontraktor diberikan waktu tambahan selama 50 hari untuk menyelesaikan secara keseluruhan, namun disertai denda.

Menurut Pegawai Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan IGD RSUD Bulukumba, Nurmansyah, masa denda sudah berlaku selama 26 hari.

Baca: Komisi D Sidak Proyek IGD RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, Ini Masalahnya

Baca: Perawat di RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba Dilatih Tangani Syok

"Yang kena denda itu sisa pengerjaannya, yakni 15 persen kali seperseribu. Itu sekitar Rp 3 Juta per hari," kata Nurmansyah.

Saat ditemui TribunBulukumba.com beberapa waktu lalu, Pelaksana Proyek, Ahmad Setiono, yakin dapat merampungkan sisa pekerjaannya itu sebelum batas waktu tambahan.

"Sekarang sudah 93 persen, kami usahakan Januari ini semua sudah rampung," katanya. Selain itu, rentang waktu yang terlalu sempit juga menjadi alasan pembangunan tidak selesai tepat waktu.

Sekadar informasi, pembangunan IGD RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba tersebut dimulai sejak Agustus 2017 dan mestinya sudah rampung 16 Desember 2017.

Pembangunan IGD bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 sekitar Rp 20 miliar, ditambah pengadaan alat kesehatan sebesar Rp 20 miliar.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help