TribunTimur/

Ini Penyebab Tunggakan PDAM Makassar Capai Rp 26 Miliar

Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Haris Yasin Limpo menjelaskan tunggakan berlarut-larut PDAM tersebut berasal dari beberapa klasifikasi.

Ini Penyebab Tunggakan PDAM Makassar Capai Rp 26 Miliar
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menggelar rapat kerja tahunan di Hotel Clarion Makassar, Jumat (12/1/2018).Rapat kerja ini dalam rangka sinkronisasi program kerja serta evaluasi unit kerja perwilayah dalam meningkatkan pelayanan akan kebutuhan air bersih bagi pelanggan PDAM di Kota Makassar. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kejaksaan Negeri Makassar. Penandatanganan ini dilakukan pada rapat kerja PDAM Makassar, di Hotel Grand Clarion Makassar, Jumat (12/1/2017).

Dengan adanya penandatanganan tersebut, Kejaksaan Negeri Makassar akan ikut membantu menagih tunggakan pelanggan PDAM kota Makassar yang hingga 2017 mencapai angka Rp 26 Miliar.

Piutang PDAM sebesar RP 26 miliar tersebut, merupakan tunggakan pelanggan yang telah mengendap sejak bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai belasan tahun.

Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Haris Yasin Limpo menjelaskan tunggakan berlarut-larut PDAM tersebut berasal dari beberapa klasifikasi.

"Tunggakan ini berlarut-larut, klasifikasinya ada. Ada klasifikasi karena orangnya meninggal, pindah tangan, atau hilang sama sekali objeknya, klasifikasi itu semua yang totalnya Rp 26 miliar," ucapnya.

"Kita ada MoU dengan kejari, kita akan serahkan ke mereka sebagai pengacara negara, nanti mereka yang tagih, karena ini sudah berlarut-larut, sudah lama. Kami himbau orang-orang yang berhutang segera melunasi, sebelum pengacara negara yang memanggil," tambahnya.

Haris menconyohkan salah satu jenis pelanggan yang menyebabkan tunggakannya tak terbayarkan hingga saat ini.

"Contohnya begini, kita pernah ada sambungan langsung di Pantai Losari, waktu ramai PKL di sana, lalu objeknya pindah, tertunggakla semua, itu kalau ditotalkan banyak jumlahnya. Pasar Sentral juga sebelum kebakaran itu ada sambungan di sana. Jadi ada beberapa objek yang hilang tapi terpiutang. PDAM tak bisa langsung menghapus begitu saja, ada prosesnya," tambahnya.

Haris mengatakan akan segera menyiapkan data tunggakan untuk diserahkan ke Kejari Makassar. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help