OJK Sulampua Prediksi Suku Bunga Kredit Bisa Single Digit

suku bunga kredit perbankan disusun oleh empat faktor utama, biaya dana, biaya operasional, risiko margin, dan margin laba.

OJK Sulampua Prediksi Suku Bunga Kredit Bisa Single Digit
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gelar seminar nasional bertema peran OJK terhadap pertumbuhan kegiatan UKM dalam memajukan perekonomian Nasional di Hotel Denpasar Jl Boulevard Makassar, Kamis (2/11). hadir sebagai pemateri Kepala Regional VI Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Zulmi dan Anggota DPR RI Komisi XI, Amir Uskara. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Suku bunga kredit perbankan tercatat masih bertengger di level 11 persen. Padahal pemerintah ingin agar bunga kredit perbankan bisa turun ke satu digit atau di bawah 10 persen.

Meskipun bankir mengklaim beberapa segmen bunga kredit sudah turun satu digit, namun nyatanya secara keseluruhan bank bunga kredit masih di atas 10 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua), Zulmi yang dihubungi, Kamis (11/1) menuturkan, suku bunga kredit perbankan disusun oleh empat faktor utama, biaya dana, biaya operasional, risiko margin, dan margin keuntungan.

"Besaran suku bunga kredit dipengaruhi oleh biaya dana termasuk suku bunga deposito, tabungan dan giro, kondisi likuiditas bank dan di pasar, serta tak kalah penting adalah tingkat efisiensi bank tersebut. Kualitas kredit juga menentukan, semakin baik kualitas kredit maka income makin besar dan laba juga makin besar," katanya.

Ia mengakui, perlu waktu penyesuaian suku bunga. Beberapa produk bank ada yang suku bunganya satu digit biasanya terbatas. Dalam beberapa waktu belakangan ada kecendrungan turun suku bunga.

"Dan semoga itu terus berlanjut. Sehingga dalam jangka panjang ada kemungkinan turun apabila likuiditas di pasar tersedia dengan baik dan bank-bank makin efisien," katanya.

Ia sadar, suku bunga dana sangat dipengaruhi BI Rate, Giro Wajib Minimum (GWM), dan likuiditas di pasar. Sehingga jika BI Rate naik maka bunga akan naik.

"Jika GWM naik maka likuiditas berkurang dan suku bunga kredit akan naik. Likuiditas yang ketat juga dapat menyebabkan kenaikan suku bunga. Namun jika likuiditas berlebih, misalnya dana dari luar negeri, maka bisa menyebabkan penurunan suku bunga kredit," katanya.

Tingkat efisiensi bank juga bisa memengaruhi suku bunga. Untuk bank yang teknologi informasinya canggih biasanya mempunyai biaya rendah dan efisiensi tinggi.

Efisiensi yang tinggi ini menyebabkan suku bunga mengalami penurunan. Terakhir, Zulmi menuturkan semakin bagus kualitas kredit menyebabkan risiko margin rendah sehingga suku bunga kredit semakin turun. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help