Home »

Maros

Ketua IGI Maros Prihatin Lihat Sekolah Dusun Bara Tompobulu

Selain bagunan yang memprihatinkan, tenaga pendidiknya juga sangat terbatas. Padahal, antusias siswa belajar sangat tinggi.

Ketua IGI Maros Prihatin Lihat Sekolah Dusun Bara Tompobulu
HANDOVER
Ketua IGI Maros, Bagus Dibyo Sumanti mengajar murid yang diselingi yel-yel di sekolah Dusun Bara. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS -Koordinator Indonesia Timur Lembaga Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) Maros, Bagus Dibyo Sumantri mengaku sedih dan prihatin melihat kondisi sekolah di Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kamis (11/1/2018).

Selain bagunan yang memprihatinkan, tenaga pendidiknya juga sangat terbatas.

Padahal, antusias siswa untuk belajar sangat tinggi. Begitu juga dengan orangtua, rela mengantar dan menjemput anaknya untuk ke sekolah. Padahal warga hanya berjalan kaki.

"Sangat memprihatinkan. Seharusnya, tidak ada sekolah seperti ini. Pemerintah harusnya tersinggung, karena sekolah tersebut dibangun oleh warga," katanya saat mengunjungi sekolah tersebut.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maros ini, berharap pemerintah atau semua pihak baik NGO dan lainnya bergerak bersama untuk menjadi pendidik di daerah terpencil ini. Jika tidak, maka masa depan anak akan hancur.

"Siswa di sana sangat butuh pendidikan yang layak. Selama ini, hanya ada satu guru yang mengajar di sekolah itu. Guru itu bekerja sukarela tanpa ada gaji," katanya.

Saat berkunjung ke Dusun yang dihuni sekitar 400 Kepala Keluarga ini, Bagus menjadi guru dan mengajarkan beberapa materi yang diselingi dengan yel-yel.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help