Home »

Maros

Dinilai Tak Transparan, ACC Sulawesi Harap Kejati Evaluasi TP4D Kejari Maros

"Seharusnya, jumlah proyek dan kasus yang dikawal Kejari harus diekspose. Kejari tidak transparan dalam hal itu," katanya.

Dinilai Tak Transparan, ACC Sulawesi Harap Kejati Evaluasi TP4D Kejari Maros
TRIBUN TIMUR/DARUL
Wakil Direktur ACC Sulawesi Abdul Kadir Wokanubu 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel diminta untuk turun lapangan dan mengecek kinerja tim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), khususnya Maros.

Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir, mengatakan, Kamis (11/1/2018) TP4D Maros tidak transparan mengenai jumlah proyek yang menyeberang tahun ke 2018.

"Untuk saat ini, sangat penting Kejaksaan Tinggi menindaklanjuti kinerja TP4D. Kejati harus turun lapangan. Warga berhak mengetahui, sejauh mana asistensi Kejati terhadap Kejari Maros, dalam hal T4PD ini," kata Kadir.

Menurut Kadir, sejumlah proyek senilai miliaran rupiah telah menyeberang tahun di Maros. Di antaranya, proyek Jembatan Tana Didi-Amarang, Desa Allaere, Tanralili, yang telah menelan anggaran belasan miliar dan bangunan baru sekitar kantor Bupati Maros.

Proyek jembatan Tana Didi-Amarang, Kecamatan Tanralili belum rampung. Padahal jembatan ini mulai dibangun sejak 2015.
Proyek jembatan Tana Didi-Amarang, Kecamatan Tanralili belum rampung. Padahal jembatan ini mulai dibangun sejak 2015. (tribun/Ansar)

Kadir mengatakan, seharusnya TP4D mengekspose semua proyek dan kasus yang ditanganinya selama 2017. Namum hingga sekarang, hal tersebut tidak dilakukan.

"Kejari Maros terkesan sembunyi-sembunyi. Seharusnya, jumlah proyek dan kasus yang dikawal Kejari harus diekspose. Kejari tidak transparan dalam hal itu," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak Kejari.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help