Home »

Opini

Klakson

Ambisi

Kian dekat pemilihan, ambisi itu kian padat merebak. Seakan tak ada celah untuk kita lari darinya.

Ambisi
Abdul Karim 

Oleh: Abdul Karim

Kita simak ambisi membuncah dimana-mana. Tumpah ruah dengan derasnya. Dan kitapun terpekur, lalu cemas.

Kita cemas sebab orang-orang dengan semangat bergairah berlomba mempertontonkan ambisinya.

Ambisi untuk kekuasaan dan ambisi untuk menyokong para pecinta kekuasaan. Seolah tak ada penghalangnya, tak ada pengendalinya.

Parade pun digelar disetiap sudut. Parade tentang bekal dan cara mewujudkan ambisi itu.

Parade itu berlangsung ditengah atau sudut-sudut kota yang padat, hingga ujung pelosok kampung yang sunyi.

Ada suara yang menggelegar. Ada gambar yang bertaburan dan seolah mencengkram, bahkan menghantui.

Kita seakan tersudut, dan seringkali bersungut-sungut dengan keadaan itu.

Tetapi kita tak mampu mengelak. Sebab ambisi itu datang menyergap setiap jelang pemilihan.

Kian dekat pemilihan, ambisi itu kian padat merebak. Tak ada celah untuk kita lari darinya, bahkan celah seluas lubang tikus sekalipun kita tak temukan.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help