Home »

Maros

ACC Desak Kejati Periksa Proyek yang Dikawal TP4D Kejari Maros, Ini Masalahnya

Menurut Kadir, sejumlah proyek senilai miliaran rupiah telah menyeberang tahun di Maros.

ACC Desak Kejati Periksa Proyek yang Dikawal TP4D Kejari Maros, Ini Masalahnya
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Proyek jembatan Tana Didi-Amarang, Desa Allaere, Tanralili belum rampung dan menyeberang ke tahun 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Abdul Kadir mempertanyakan kredibilitas dan pertanggungjawaban TP4D Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros selama 2017, Kamis (11/1/2018).

Selama ini, prestasi TP4D tidak ada yang menonjol, bahkan cenderung lebih buruk dibanding saat Farhan menjabat Kajari.

"Warga berhak mengetahui proyek apa yang menyeberang tahun ke 2018. Selama ini, Kejari tidak transaparan. Warga bertanya-tanya, kasus apa saja yang tidak beres," katanya.

Dia curiga, TP4D disalahgunakan oleh oknum Kejari. Seharusnya Kejari telah menyeret tersangka dalam kasus korupsi.

Tapi hal itu tidak dilakukan. Apalagi, ada sejumlah proyek yang berpotensi berkasus.

"Apakah Kejari memiliki kedekatan dengan pejabat dan kontraktor. Sehingga Maros ini, aman-aman saja. Padahal, proyek pembangunan genjar. Tidak masuk akal, kalau tidak ada kasus di Maros," katanya.

Menurunya, Kejati harus turun ke Maros untuk memeriksa semua proyek yang dikawal TP4D dan progresnya. Kurangnya pengawasan Kejati, membuat Kejari bertindak semaunya.

Menurut Kadir, sejumlah proyek senilai miliaran rupiah telah menyeberang tahun di Maros. Diantaranya, proyek Jembatan Tana Didi-Amarang yang telah menelan anggaran Rp 17 miliar dan bangunan baru sekitar kantor Bupati Maros. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help