Unjuk Rasa, Mahasiswa Desak Polres Luwu Timur Bongkar Oknum Dewan Minta Uang Pelicin

Pengunjuk rasa mendesak Polres Luwu Timur membongkar dugaan permintaan uang pelicin oknum DPRD Luwu Timur.

Unjuk Rasa, Mahasiswa Desak Polres Luwu Timur Bongkar Oknum Dewan Minta Uang Pelicin
ivan/tribunlutim.com
Aliansi Mahasiswa Pemuda Rakyat (Ampar) Luwu Timur menggelar unjuk rasa di Jl Sam Ratulangi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (10/1/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Aliansi Mahasiswa Pemuda Rakyat (Ampar) Luwu Timur menggelar unjuk rasa di Jl Sam Ratulangi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (10/1/2018).

Pengunjuk rasa mendesak Polres Luwu Timur membongkar dugaan permintaan uang pelicin oknum DPRD Luwu Timur.

Dalam tuntutannya, pengunjuk rasa mendesak Polres Luwu Timur memeriksa pernyataan Wakil Ketua 1 DPRD Luwu Timur tentang dugaan oknum DPRD meminta uang pelicin.

Selain itu, mereka menolak pengoperasian mini market RSUD I Lagaligo Luwu Timur yang dinilai merugikan masyarakat sekitar dan menghilangkan pembayaran Rp 1.000 per mangkok bagi penjual bakso.

Baca: Warga Ancam Blokir Jalan Menuju RSUD I Lagaligo Luwu Timur, Ini Masalahnya

Jenderal aksi, Galang Saputra mengatakan, oknum DPRD yang minta uang pelicin harusnya lebih fokus untuk menyalurkan aspirasi rakyat.

"Bukan malah mengenyangkan perut sendiri," kata Galang dalam orasinya.

"Belum lagi kantin RSUD I Lagaligo secara sosial dapat membunuh mata pencarian masyarakat yang berdagang di sekitaran RSUD," ucap Galang.

Aksi tersebut dipusatkan di pertigaan traffic light arah Wotu-Malili. Mahasiswa juga membakar ban.

Kemudian menuju Kantor DPRD Luwu Timur Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved