Pasokan Darah Menipis, Begini Imbauan PMI dan BDRS RSUD Bulukumba

Tingginya kebutuhan pemakaian darah yang setiap bulannya, membuat stok darah di RSUD menipis.

Pasokan Darah Menipis, Begini Imbauan PMI dan BDRS RSUD Bulukumba
firki/tribunbulukumba.com
Suasana ruang tunggu RSUD Sulthan Rg Radja Bulukumba, Jl Serikaya, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Sulsel, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba bersama dengan UTD Cabang PMI Bulukumba, mengimbau masyarakat untuk giat donor darah.

Tingginya kebutuhan pemakaian darah yang setiap bulannya, membuat stok darah di RSUD menipis.

Direktur BDRS RSUD dr Hj Jusniati menuturkan, pemakaian darah di rumah sakit berkisar 250 sampai dengan 300 kantong darah per bulannya.

"Kami di BDRS mencatat pemakaian darah setiap bulannya mengalami peningkatan, tentunya ini di pengaruhi oleh tingginya kunjungan pasien dan juga banyaknya pasien yang rencana operasi," ujarnya.

Baca: Komisi D Sidak Proyek IGD RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, Ini Masalahnya

Jusniati menambahkan, pemakaian darah cukup tinggi terjadi pada pasien bedah, interna yang mengalami anemis dan pasien caesar yang pemakaiannya mencapai 3-4 kantong darah.

Dia mengimbau kepada keluarga pasien untuk menyiapkan pendonor dari keluarganya sendiri.

Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan darah saat dilakukan tindakan medis.

Baca: Bupati Bulukumba Rencana Bangun Museum, Salah Satu Koleksinya Pinisi

Kepala UTD Cabang PMI Bulukumba, dr Hj St Nurhayati menuturkan, PMI dan BDRS RSUD gencar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk giat berdonor darah.

"Ini hal serius dan menjadi tanggungjawab kita bersama dikarenakan persoalan darah adalah kebutuhan kita semua, terlebih lagi bagi mereka yang terbaring sakit dan membutuhkan darah," tutur dr Nur.

Ia juga menyarankan kepada pemerintah untuk membuat edaran yang sifatnya imbauan kepada seluruh instansi pemerintah maupun swasta untuk aktif donor darah.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help