LPPM UMMA Maros Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Dosen Monash Australia, Ini yang Dibahas

Beberapa hal yang menjadi perekat hubungan Indonesia dengan Australia seperti peristiwa tsunami di Aceh

LPPM UMMA Maros Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Dosen Monash Australia, Ini yang Dibahas
HANDOVER
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muslim Maros (LPPM- UMMA), menggelar Seminar Internasional, Selasa (10/1/2018). Narasumber tunggal pada seminar Internasional tersebut adalah Dr Antje Missbach selaku dosen dan peneliti dari Monash University Australia.

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muslim Maros (LPPM- UMMA), menggelar Seminar Internasional, Selasa (10/1/2018).

Hal tersebut disampaikan oleh Sekertaris LPPM UMMA Ahdan Sinilele, Rabu (10/1/2018) malam.

Adapun yang menjadi narasumber tunggal pada seminar Internasional tersebut adalah Dr Antje Missbach selaku dosen dan peneliti dari Monash University Australia.

Seminar tersebut dihadiri Rektor UMMA, Prof Nurul Ilmi Idrus, para dosen dan mahasiswa.

Sementara Dr Suhartina, bertindak sebagai moderator pada seminar yang membahas tentang hubungan Indonesia dengan Australia. Adapun tema sentral seminar adalah Big Fears about Small Boats, How Asylum Seekers Keep Upsetting the Indonesia-Australia Relationship.

Antje Missbach yang berkebangsaan jerman tersebut banyak menyoroti tentang pasang surut hubungan Indonesia-australia.

Mulai dari pemerintahan perdana menteri John Howard (Australia) sampai pada masa orde baru di bawah pemerintahan Suharto, Susilo Bambang Yudhoyono, sampai pada masa pemerintahan Joko widodo.

Menurut Antje Missbach hubungan Indonesia Australia merupakan hubungan persahabatan dua negara tetangga, namun dipenuhi kecurigaan.

Salah satu penyebab kecurigaan adalah isu-isu tentang manusia perahu pencari suaka melalui Indonesia dengan tujuan Australia.

Halaman
12
Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help