Kasus SD Tina Rantetayo Lanjut ke PN Makale

Namun konsekwensinya jika penggugat dikalah harus bersedia tinggalkan lokasi tanpa ganti.

Kasus SD Tina Rantetayo Lanjut ke PN Makale
risnawati/tribuntoraja.com
Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Makale, Abu Patandean. 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Kasus gugatan perdata lahan Sekolah Dasar (SD) Tina, Kecamatan Rantetayo, mulai dalam proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Makale, Kabupaten Tana Toraja.

Hal itu diungkapakan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Makale, Abu Patandean kepada TribunToraja.com, Rabu (10/01/2018).

"Kasus gugatan perdata oleh Matius Dua Padang, karena mengklaim  sebagian lokasi sekolah adalah miliknya," tutur Abu.

Oleh sebabnya, atas kerugian materil yang dialami, Matius Dua Padang meminta ganti rugi kepada Pemkab Tana Toraja sebesar 100 juta rupiah.

"Asset Pemkab Tana Toraja terhadap Sekolah Tina Rantetayo sudah bersertifikat sehingga dasar kepemilikan lokasi sekolah cukup kuat", tambahnya, yang juga Jaksa Pengacara Pemkab Tana Toraja.

Namun konsekwensinya jika penggugat dikalah harus bersedia tinggalkan lokasi tanpa ganti.

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved