Agar Market Share Bank Syariah di Sulsel Tumbuh Tiap Tahun, Ini Saran Analis BI

Indikasi ini bisa dilihat dari pemahaman perbankan syariah dengan perbankan konvensional.

Agar Market Share Bank Syariah di Sulsel Tumbuh Tiap Tahun, Ini Saran Analis BI
FADHLY/TRIBUN TIMUR
Kantor Perwakilan (KP) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menggelar sharing pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Toarco Cafe Jl Gunung Latimojong Makassar, Rabu (10/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Analis Bank Syariah Kantor Perwakilan BI Sulsel, Yason Taufik Akbar menilai selama ini yang menjadi kendala utama dalam pengembangan keuangan syariah adalah banyak masyarakat belum tahu bagaimana sebenarnya keuangan syariah itu.

Indikasi ini bisa dilihat dari pemahaman perbankan syariah dengan perbankan konvensional.

''Dengan tingkat kesadaran yang relatif masih rendah terhadap pemahaman keuangan syariah, berimbas pada rendahnya potensi dana floating perbankan syariah ke perbankan konvensional," katanya.

Ia menilai, perbankan syariah masih dianggap kurang menarik dan jika pemahaman masyarakat tidak diperkuat dan ditingkatkan, bisa saja suatu saat nanti perbankan syariah malah ditinggalkan.

Di sisi yang lain, keberadaan santri di Sulawesi Selatan mencapai 66.217 orang yang tersebar di 294 pondok pesantren (terbanyak ke-2 di KTI dan ke-9 nasional) merupakan potensi pasar perbankan syariah. Jika potensi ini digarap secara serius, bisa mendongkrak pertumbuhan perbankan syariah.

Hingga Oktober 2017 jumlah pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah di Sulsel tercatat Rp 6,26 triliun. Lalu untuk dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp 4,21 triliun. Kemudian total aset bank syariah Rp 7,15 triliun.

"Hingga saat ini market share perbankan syariah naik tiap tahunnya. Bila dibanding perbankan konvensional malah sebaliknya," katanya.

Target tentang pertumbuhan perbankan syariah di Sulsel berdasarkan tiga asumsi yakni optimis bisa mencapai market share double digit dengan syarat BI, pemerintah pusat dan OJK mendukung secara all out perkembangan perbankan syariah.

"Market share pembiayaan syariah naik di angka 7 di 2016 naik menuju angka 8 persen. Sedangkan market share DPK Syariah naik dari 5 persen menuju 6 persen," katanya.

BI masih berpatokan pada asumsi moderat bahwa pertumbuhan perbankan syariah berada di single digit.

Karena selain edukasi, BI Sulsel juga berencana mengajukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar membuat kebijakan yang pro-ekonomi syariah.

"Misalkan, memberi opsi kepada para PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk pay roll-nya menggunakan perbankan syariah dan dana itu yang kami kejar,'' ujar Yason.(*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help