Pertama Kali, Menteri Jadi Penguji Eksternal Program Doktor di PPs UNM

Menurut Direktur PPs UNM, Prof Jasruddin, datangnya menteri sebagai penguji merupakan hal yang pertama kali terjadi.

Pertama Kali, Menteri Jadi Penguji Eksternal Program Doktor di PPs UNM
HANDOVER
Program Pascasarjana (PPs) UNM membuat rekor baru dalam dunia kampus di Indonesia, hal tersebut terjadi setelah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise datang sebagai penguji eksternal program doktor, Selasa (9/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Program Pascasarjana (PPs) UNM membuat rekor baru dalam dunia kampus di Indonesia, hal tersebut terjadi setelah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise datang sebagai penguji eksternal program doktor, Selasa (9/1/2018).  

Menurut Direktur PPs UNM, Prof Jasruddin, datangnya menteri sebagai penguji merupakan hal yang pertama kali terjadi. 

“Sepertinya ini menjadi rekor baru, yaitu seorang menteri datang khusus sebagai penguji program doktoral,” tuturnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Yohana, dia mengatakan jika UNM menorehkan sejarah baru, dengan mendatangkan menteri guna menjadi penguji eksternal mahasiswa program Doktor. 

“UNM sepertinya memecahkan rekor, dengan menjadikan menteri sebagai penguji mahasiswa program S3,” Katanya.

Sementara itu, mahasiswa program Doktor yang akan diuji Yulini, menuturkan, dirinya tidak menyangka mendapat kehormatan sebagai mahasiswa yang diuji oleh seorang menteri. 

“Pastinya ada rasa bangga saya. Awalnya tidak menyangka jika berhasil mendapat respon positif,” tutur wanita kelahiran Jawa yang besar dan bekerja di Papua ini.

Yulini mejelaskan, dipilihnya Yohana sebagai penguji eksternalnya karena selain Yohana merupakan perempuan professor pertama di Papua, namun juga bidang Yohana dalam hal Silabus dan Material Development. 

“Saya pilih beliau, karena bidangnya di kurikulum development yang sejalan dengan disertasi saya, terkait kompetensi guru Bahasa Inggris di Papua,” jelasnya.

Tak hanya datang sebagai penguji,  Prof Yohana Susana juga menyempatkan diri untuk menjadi pembicara dalam seminar terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang bertema  ‘Schematic, Research Findings on Cultural Perspectives’. 

Kegiatan yang berlangsung di aula lantai 5 gedung Pascasarjana UNM ini dihadiri oleh beberapa dekan serta kepala biro di UNM. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help