Jatah Pupuk Subsidi Berkurang, Begini Reaksi Anggota DPRD Luwu Timur

Padahal total Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) Luwu Timur sebanyak 105.914 ton pupuk bersubsidi.

Jatah Pupuk Subsidi Berkurang, Begini Reaksi Anggota DPRD Luwu Timur
ivan/tribunlutim.com
Anggota DPRD Luwu Timur, Suwandi Sujito 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Anggota DPRD Luwu Timur, Suwandi Sujito mengatakan alokasi pupuk untuk tahun 2018 tidak sesuai harapan.

Alokasi pupuk bersubsidi untuk Luwu Timur hanya 29.416 ton atau menyusut 28 persen.

Itu berdasarkan keterangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel diterima TribunLutim.com dari DPRD Luwu Timur, Selasa (9/1/2018).

Padahal total Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) Luwu Timur sebanyak 105.914 ton pupuk bersubsidi.

Suwandi prihatin atas perbedaan yang sangat mencolok terkait alokasi pupuk bersubsidi tahun ini.

"Komisi II secepatnya meminta tambahan realokasi pupuk bersubsidi kepada Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel dan Kementrian Pertanian RI di Jakarta," katanya Suwandi.

Ia menambahkan, tahun 2017, Komisi II DPRD Luwu Timur berhasil meminta tambahan 6 ribu ton pupuk bersubsidi.

"Kami akan upayakan bertambah lagi, ini sangat dibutuhkan para petani," ucapnya.

Berikut rincian data Dinas Pertanian Luwu Timur terkait perbandingan rincian RDKK dengan alokasi pupuk bersubsidi yang akan diterima Luwu Timur tahun ini.

Pupuk urea dibutuhkan 16.935 ton susut menjadi 9.380 ton, pupuk SP-36 dibutuhkan 7.919 ton menjadi 2.965 ton, pupuk ZA dibutuhkan 4.555 ton menjadi 1.002 ton.

Selain itu, pupuk NPK dibutuhkan 27.736 ton menjadi 12.319 ton, dan pupuk organik dibutuhkan sebanyak 48.769 ton menjadi 3.750 ton.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help