Dugaan Korupsi UMKM

Polda Sulsel Pastikan Segera Umumkan Tersangka Korupsi UMKM dan Proyek Ketapang

Setelah sejumlah saksi yang diperiksa termasuk Wali Kota Makassar, Mochammad Ramdhan Pomanto, beberapa waktu lalu

Polda Sulsel Pastikan Segera Umumkan Tersangka Korupsi UMKM dan Proyek Ketapang
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani memperlihatkan uang sitaan dari kantor Balaikota Makassar saat melakukan press release di ruang Ditreskrimsusm Polda Sulsel, Makassar, Jumat (5/1). Uang dengan jumlah lebih dari Rp1 miliar serta mata uang dolar Amerika Serikat itu berasal dari ruangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar terkait dugaan korupsi pengadaan dan penanaman pohon ketapang kencana di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar dan dugaan korupsi proyek sanggar kerajinan lorong-lorong pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani, menegaskan bahwa penetapan tersangka dugaan korupsi UMKM dan proyek ketapang kencana akan diumumkan, Selasa (9/1/2018).

"Sampai sejauh ini masih terus dilakukan tahap penyidikan dan pengembangan kasus. Kita tidak ada target, akan tetapi kita Keja terus," katanya

"Kita kan sudah mau cari tersangkanya, dan besok kita tetapkan tersangkanya," tegasnya.

Sebelumnya, tak hanya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Makassar, Erwin Syarifuddin Hayya, yang diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi UMKM dan proyek Pohon Ketapang Kencana.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulawesi Selatan, Senin (8/1/2018), juga menghadirkan tiga orang Staff BPKA Makassar.

Ketiganya yakni Helmi, Arifin, Wando juga diperiksa sebagai saksi.

Hal itu dibenarkan oleh Kuasa Hukum keempat orang tersebut, Anzar Makkuasa, saat dikonfirmasi.

"Betul hari ini empat yang hadir saya selaku kuasa hukum ingin menjelaskan bahwa kehadiri Kabag (Kepala BPKA) lantaran tanggung jawabnya sebagai pimpinan hanya sebatas itu yang dijelaskan dalam pemeriksaan," tuturnya.

Beberapa poin yang turut dijelaskan oleh Erwin Hayya juga diantaranya yakni terkait diamankannya uang tunai sekitar Rp 1 Milyar yang ditemukan di ruangannya.

Halaman
12
Penulis: Alfian
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help