Kenang Perintis Mal Underground Pertama di Makassar Hasan Basri Berterima Kasih ke PSMTI Sulsel

Di Taman itu, Hasan Basri, mengabadikan putra sulungnya Nurdin Basri (1971-2010), yang meninggal dunia di RS Akademis, Jl Jenderal M Jusuf,

MAKASSAR, TRIBUN -- Owner PT Tosan Permai Lestari, Hasan Basri, pengelola pusat perbelanjaan di kawasan Kilometer Nol Makassar, secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pengurus Perkumpulan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulsel, Minggu (7/1/2018).

"Atas nama keluarga besar Hasan Basri, saya sampaikan terima kasih atas kunjungannya ke Gazebo Karebosi di Taman Budaya Tionghoa TMII Jakarta, dan datang berfoto bersama di replika mendiang anak saya Nurdin Basri," ujar Hasan dalam rilisnya kepada Tribun.

Pengurus PSMTI Sulsel Hendryk Hodioro dan Tan Azikin berfose di sisi replika Perintis Karebosi Link dan Mal Bawah Tanah Pertama di Makassar, di TMII Jakarta.
Pengurus PSMTI Sulsel Hendryk Hodioro dan Tan Azikin berfose di sisi replika Perintis Karebosi Link dan Mal Bawah Tanah Pertama di Makassar, di TMII Jakarta. (dok_PSMTI_Sulsel)

Usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSMTI di Jakarta, 7 Desember 2017 lalu, sejumlah pengurus PSMTI Sulsel yang diketuai Willianto Tanta, berziarah ke Gazebo Karebosi di TMII, Jakarta Timur.

Baca: PSMTI Sulsel Kunjungi Gazebo Karebosi di Jakarta

Di Taman itu, Hasan Basri, mengabadikan putra sulungnya Nurdin Basri (1971-2010), yang meninggal dunia di RS Akademis, Jl Jenderal M Jusuf, Kelurahan Pattunuang, Makassar, tanpa keluhan sakit.

Nurdin adalah inisiator pembangunan Proyek Mall Bawa Tanah (Underground) pertama di Indonesia, Karebosi Link, di bawah lahan tanah lapangan seluas 12 Ha di Kilometer Nol Ujungpandang.

Nurdin meninggal dunia, dan dianggap akibat stress menghadapi tekanan ekesternal akibat kontroversi Revitalisasi Lapangan Karebosi, tahun 2006 hingga 2010.

Di samping gazebo tersebut, pemilik MTC Karebosi dan Karebosi Condotel ini membuat monumen patung perunggu Nurdin Basri yang berlokasi di area Taman Budaya Tionghoa Indonesia.

Di monumen tersebut juga tertulis "Nurdin Basri di Usia Muda Telah Mengorbankan Jiwa Raga untuk Membangun Tanah Air Indonesia, Memperindah Kampung Halamannya Makassar dan Turut dalam Revitalisasi Lapangan Karebosi"

Saat peresmian patung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Minggu (9/10/2016) pagi, dihadiri tiga jenderal, mantan gubernur, mantan wali kota Makassar, kerabat dan keluarga dekatnya.

Baca: Tiga Jenderal hadiri Peresmian Gazebo Karebosi Taman Mini

Hasan Basri memberi sambutan sambil memegang patung anaknya. "Saya kehilangan satu anak, tapi saya banyak dapat kenalan dan teman karenanya, inilah yamg saya syukuri, dan bikin saya ikhlas, relas melepas kepergian anak saya,"ujarnya.

Hasan mengungkap tantangan yang dihadapi putranya saat merancang salah satu ikon Kota Makassar itu, "Kamu lelah dengan tekanan yang kamu hadapi saat ikut merevitalisasi Karebosi Makassar," kenang pria yang akrab disapa Bang Hasan ini.

Dalam suasana emosional, dan berlinang air mata, Hasan berpidato; "Kini setelah peremian monumenmu dan gasebo Karebosi diresmikan. Saya telah melepasmu Anakku. Pulanglah kemba;i ke asalmu Anakku. Saya telah ikhlaskan kepergianmu. Setelah empat tahun saya menangis. Kembalilah anakku. Kembalilah ke asalmu anakku,"tambah pemilik kelompok usaha Pt Tosan Permai Lestari, pengelola mal MTC Karebosi, Karebosi Link, Karebosi PGM, dan Karebosi Kondotel Makassar itu. (

Penulis: Saldy
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help