Tak Disangka, Begini Reaksi Mbah Mijan Saat Nonton Video 'Bocah vs Tante'

Peramal yang memiliki banyak penggemar ini mengaku sudah menonton kedua videonya.

Tak Disangka, Begini Reaksi Mbah Mijan Saat Nonton Video 'Bocah vs Tante'
Mbah Mijan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Video mesum seorang bocah dengan wanita dewasa menghebohkan warganet belakangan ini.

Video yang diduga direkam di salah satu hotel dibandung itu mengundang keprihatinan sejumlah kalangan.

Polisi menyebutkan jika ada kemu ngkinan bocah tersebut adalah korban pedofil.

Fenomena ini juga menjadi perhatian paranormal Mbah Mijan.

Peramal yang memiliki banyak penggemar ini mengaku sudah menonton kedua videonya.

Lantas apa pendapatnya?

"Saya sudah nonton day 1&2, Polisi harus memburu pria perekamnya, saya curiga dari cara memandu setiap adegannya hingga mengatur panjang durasi 1 menit, 30 detik dsb, video ini untuk kepentingan komersil," ungkapnya di akun twitternya.

Mbah Mijan memastikan jika anak tersebut adalah korban pedofil.

"Si Teteh yang duduk dimebel berbaju abu-abu pada video day 1 ikut memandu sambil merokok, bisa dipastikan pemasok 2 bocah tanggung ini, saya menduga pembuatannya adalah pesanan untuk jaringan pedofil yang ada di Indonesia, mengerikan!".

"Deni"mereka menyebutnya, adalah bocah polos tak berdosa yang dipaksa melakukan seluruh adegan dewasa dengan iming-iming akan dibelikan PS, jika polisi menemukan pelakunya tolong jangan libatkan bocah ini, dampak traumanya akan sangat fatal, sedih saya Guys<" lanjutnya.

Alih-alih menikmati, Mbah mijan yang mengaku kerap menonton video dewasa justru bersedih.

"Jujur, yang biasanya saya menikmati ketika menonton adult video, kali ini saya menitikan air mata, entahlah! Deni ini terus bicara dari menit pertama hingga terakhir, saat kalimat "Cangkeul" keluar dari bibir polosnya tapi terus saja dipaksa, saya merinding dan menangis," tulisnya.

Namun Mbah Mijan mengaku tak merekomendasikan video itu untuk ditonton.

"Saya bisa pingsan penasaran kalau sampai gak menontonnya, tapi benar juga, tak perlu mencari link atau mencari videonya, itu benar-benar membuang energi, lupakan saja."

"Iya, bocah ini emang happy aja sambil terus menghitung 1, 2, 3 dst namanya juga anak-anak, tapi kita para dewasa yang menontonnya merem-merem sedih bukannya suka," katanya.

 Dalam keterangan kepada wartawan di Bandung, Sabtu (06/01), Polda Jabar telah menganalisa tiga video pornografi anak dan kamera pengawas (CCTV) di dua hotel yang diduga sebagai lokasi pembuatan tersebut.

Ketiga video itu terdiri dari satu video yang berdurasi sekitar satu jam 11 menit dan dua video pendek yang masing-masing berdurasi dua dan 2,5 menit, kata polisi.

Sampai Sabtu (6/1/2017), tim penyidik Polda Jabar telah menyita sejumlah barang bukti di dua hotel di Bandung yang disebut identik dengan barang yang ada di video, seperti lukisan, bantal, sprei, meja, dan kursi.

Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana menjelaskan, penyidik telah memastikan bahwa tiga anak yang diduga menjadi korban adalah anak-anak jalanan yang berdomisili di kota berjuluk kota kembang ini. Korban berusia antara 7 hingga 13 tahun, katanya.

"Dari cara ngomongnya, gaya bahasa Sunda, bahasa Sundanya anak-anak Bandung. Kita pastikan anak-anak berumur, kurang lebih 7 tahun, 10 tahun, dan 13 tahun. Dan tiga-tiganya tidak bersaudara," ungkap Umar.

Lantas siapa sosok wanita dewasa itu?

Ada indikasi video itu dibuat secara professional oleh sindikat tertentu.

Polii menduga wanita itu adalah anggota komunitas pedofil.

Hal itu terlihat dari juru kamera yang mampu mengarahkan para pemain, yakni si korban maupun pelaku perempuan dewasa.

Di hadapan wartawan, Umar Surya Fana mengindikasikan bahwa video itu diproduksi untuk kemudian dijual ke komunitas paedofil.

Pejabat Polda Jabar mengatakan bahwa video itu kemungkinan diproduksi untuk kemudian dijual ke komunitas paedofil.

"Indikasinya seperti itu. Cuma kita masih dalami, apakah dijualnya untuk komunitas dalam negeri atau luar negeri," katanya.

Dengan motif seperti itu, Polda Jabar mengakui terungkapnya video ini kemungkinan menunjukkan ada pergeseran konsumen terkait kejahatan seksual anak.

Biasanya, lanjut Umar, korbannya adalah anak perempuan dengan pelaku pedofil laki-laki dewasa atau anak laki-laki dengan pedofil laki-laki dewasa.

Namun untuk kasus ini, korban adalah anak laki-laki dengan pelaku wanita dewasa.

"Ini mungkin ada pergeseran demand (permintaan) Karena seperti kita tahu, tidak ada penyediaan jasa atau barang, tanpa ada pesanan atau demand-nya. Ini tampaknya, demand-nya agak bergeser sekarang, pelaku pedofilinya perempuan dewasa, korbannya anak laki-laki," kata Umar.

Dalam rekaman video mesum anak SD yang sedang viral, rupannya mengungkap hal yang miris.

Bagaimana tidak?

Korban dua anak kecil di bawah umur yang terlibat dalam video mesum yang sedang heboh di dunia media sosial, diduga salah satunya merupakan anak jalanan.

Hal itu terungkap dari percakapan dalam video berdurasi 1 jam 11 menit itu.

Pada adegan pembuka tayangan tersebut, terlihat seorang wanita berinisial I masuk ke dalam sebuah kamar hotel.

I mengenakan kacamata, baju berwarna hitam dan rok sepaha berwarna putih.

Di belakangnya datang seorang bocah yang mengenakan sweater berwarna merah muda, diketahui belakangan anak tersebut berinisial D.

“Saya belum makan, haus, tadi habis ngamen, tadi D ngomong begitu,” ujar I ketika berbicara kepada seorang lelaki yang diduga merekam video tersebut atau kita sebut saja P.

Percakapan selanjutnya terjadi namun untuk hal tertentu tidak dilanjutkan dalam tulisan ini.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai, beredarnya video tersebut dapat berdampak negatif terhadap anak di Indonesia.

Anak-anak dikhawatirkan akan meniru perbuatan tak senonoh tersebut.

"Jika video tersebut terus beredar, bisa berpotensi peran-peran yang ada di video itu diimitasi oleh anak. Ini berbahaya," kata Susanto seperti dilansir dari Kompas.com. 

Polisi memburu pembuat video

Umar memperkirakan, video ini dibuat tidak hanya di dua hotel tersebut tapi juga di beberapa hotel lainnya.

Saat ini, penyidik Polda Jabar sedang memburu pembuat video dan para tersangka lainnya. Polda Jabar juga membentuk tiga tim untuk menangkap para tersangka, sekaligus mencari para korban.

Umar mengaku telah mengantongi identitas para tersangka. "Ada identifikasi yang sudah kita dapat, misalnya tato di tangan, di paha, kemudian karateristik wajah. Kita sudah sebar, mudah-mudahan dalam, satu dua hari ini, kita sudah dapat," beber Umar.

Video ini diduga melibatkan seorang laki-laki pembuat video, dua orang perempuan dewasa pelaku video porno, dua orang ibu korban, dan tiga anak laki-laki yang menjadi korban, kata polisi.

Video asusila ini muncul dan menyebar di masyarakat setelah tersebar di internet.

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help