Garuda Indonesia Tambah Rute Penerbangan ke Tiongkok, Kapan via Makassar?

Rute tersebut adalah Denpasar-Zhengzhou serta sebaliknya, dan Denpasar-Xi'an serta sebaliknya.

Garuda Indonesia Tambah Rute Penerbangan ke Tiongkok, Kapan via Makassar?
GARUDA INDONESIA
Ilustrasi pramugari Garuda Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --PT Garuda Indonesia (Persero) bakal membuka rute penerbangan internasional ke dua kota baru di China pada Januari 2018.

Rute tersebut adalah Denpasar-Zhengzhou serta sebaliknya, dan Denpasar-Xi'an serta sebaliknya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia telah melayani sedikitnya 63 penerbangan setiap minggunya yang terdiri dari penerbangan langsung ke dartah di Tiongkok seperti Denpasar-Chengdu PP, Denpasar-Beijing PP, Denpasar-Guangzhou PP, Denpasar-Shanghai PP, Jakarta-Guangzhou PP, Jakarta-Beijing PP, dan Jakarta-Shanghai PP.

Bagaimana dengan Makassar? VP Garuda Indonesia Regional Sulampua, I Wayan Supatrayasa yang dihubungi, Minggu (7/1/2018) menuturkan, rute saat ink memang baru Denpasar dan Jakarta, tidak menutup kemungkinan dibuka di Makassar.

"Kalau memang penerbangan dari dan ke China tinggi kenapa tidak," ujarnya.

Apalagi, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sulsel berupaya mendatangkan wisatawan mancanegara asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Ketua DPD ASITA Sulsel, Didi Leonardo Manaba yang ditemui di Marina Ombak Jl Ujung Pandang Makassar menuturkan, telah bertemu dengan perwakilan industri pariwisarta Tiongkok untuk menindaklanjuti kerjasama MoU antara Shenzhen, Hainan, dan Makassar.

"Kami sudah bertemu membicarakan terkait karakteristik ataupun minat wisatawan Tiongkok untuk melihat destinasi wisata Makassar and beyond," katanya.

Tidak hanya itu, jenis paket yang akan dijual, akses masuk wisatawan Tiongkok ke Makassar.

"Masuknya wisatawan ini dibutuhkan dukungan pemerintah, untuk memudahkan rencana masuknya wisatawan tersebut mulai dari bebas visa, imigrasi, bea cukai, dukungan objek wisata, fasilitas, SDM hingga fasilitas tambahan lainnya," katanya.

Industri pariwisata Shenzhen dan Hainan menantang Asita untuk memandu 100 wisman Tiongkok per bulan. Bahkan lebih dari itu. "Ini murni wisatawan, bukan tenaga kerja yah," ujarnya. (Cr2)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help